Jokowi: WHO Sebut Ada Varian Baru, Pandemi Bisa Lebih Panjang dari Perkiraan
·waktu baca 2 menit

Presiden Jokowi mengatakan, akhir pandemi COVID-19 masih belum bisa diprediksi. Sebab, berdasarkan keterangan WHO, kemungkinan masih akan muncul varian baru COVID-19.
Hal ini disampaikan Jokowi saat memberi pengarahan kepada kepala daerah se-Indonesia dalam rapat tertutup yang digelar siang tadi.
"Bapak, Ibu, akhir dari pandemi ini belum bisa diprediksi, setelah varian pertama kemudian datang varian delta," kata Jokowi dalam rekaman video yang baru diunggah di YouTube Setpres Senin (19/7) malam.
"3 hari lalu WHO menyatakan, diperkirakan akan muncul lagi varian baru, varian baru lagi dan ini akan menyebabkan pandemi bisa lebih panjang dari yang kita perkirakan," tambah dia.
Maka dari itu, eks Wali Kota Solo itu meminta seluruh kepala daerah untuk mempersiapkan dengan baik rencana penanganan COVID-19. Jokowi tidak ingin saat terjadi lonjakan pemerintah daerah mengalami kesulitan karena kurangnya persiapan.
"Artinya kita butuh ketahanan napas yang panjang. Oleh sebab itu, saya minta kepada gubernur, bupati, wali kota yang didukung seluruh jajaran Forkopimda agar semuanya fokus kepada masalah ini baik dari sisi COVID-nya maupun posisi ekonomi dan manajemen," ucap Jokowi.
Sebelumnya WHO memperingatkan adanya kemungkinan munculnya varian corona baru yang lebih berbahaya. Hal itu disampaikan WHO dalam jumpa persnya, Kamis (15/7).
"Pandemi belum selesai," kata Ketua Komite Darurat COVID-19 WHO Didier Houssin.
Pada masa awal pandemi, Maret 2020, hanya ada varian corona, SARS-CoV-2. Akan tetapi, setelah menyebar ke berbagai negara, virus tersebut kemudian bermutasi hingga memiliki daya penularan yang lebih cepat dibandingkan versi original.
Saat ini, ada empat varian yang menjadi perhatian, yang diberi label oleh WHO menggunakan alphabet Yunani. Yang terbaru, varian delta, yang pertama kali terdeteksi di India, telah diidentifikasi di lebih dari 111 negara dan sekarang bertanggung jawab atas hampir 60 persen dari semua kasus di AS.
