Kabar Baik: Inggris Tak Laporkan Kasus Kematian Harian Akibat COVID-19

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Relawan diberi pengarahan di Stasiun Pemadam Kebakaran Woking, di tengah merebaknya penyakit coronavirus (COVID-19) di Woking, Inggris, 2 Februari 2021. Foto: Hannah McKay/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Relawan diberi pengarahan di Stasiun Pemadam Kebakaran Woking, di tengah merebaknya penyakit coronavirus (COVID-19) di Woking, Inggris, 2 Februari 2021. Foto: Hannah McKay/Reuters

Kementerian Kesehatan Inggris memperbaharui data kasus COVID-19 pada Selasa (1/6). Dalam data kali ini, Inggris tidak melaporkan adanya kasus kematian akibat COVID-19.

Terakhir kali Inggris mencatat tidak ada kematian akibat COVID-19 pada Maret 2020, atau sebelum negara menerapkan lockdown kali pertama.

"Seluruh negara akan sangat senang tidak ada kematian terkait COVID yang tercatat kemarin," kata Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock dikutip dari Reuters, Rabu (2/6).

Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock melambaikan tangan ke arah awak media. Foto: AFP/Isabel Infantes

Hancock menuturkan, artinya dampak dari vaksin COVID-19 kini mulai terasa. Hanya saja perlu menjadi catatan karena ada libur nasional pada hari Senin. Biasanya jumlah testing dan rekapitulasi data terganggu akibat libur.

Lebih lanjut, Hancock mengatakan seluruh warga Inggris tidak boleh lengah dalam menghadapi COVID-19. Sebab penularan masih terus terjadi.

"Namun terlepas dari kabar baik yang tidak diragukan lagi ini, kami tahu kami belum mengalahkan virus ini dan dengan kasus yang terus meningkat," ucap dia.

kumparan post embed

Inggris merupakan salah satu negara di Eropa yang terdampak parah pandemi COVID-19. Tercatat jumlah kasus positif di sana mencapai 4.487.339 orang. Sedangkan jumlah pasien meninggal 127.782 orang.