Kantor Pos Pati Dipenuhi Massa Kirim Surat ke KPK, Minta Sudewo Jadi Tersangka

25 Agustus 2025 15:45 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kantor Pos Pati Dipenuhi Massa Kirim Surat ke KPK, Minta Sudewo Jadi Tersangka
Kantor Pos Pati menambah loket layanan karena membludaknya masyarakat yang ingin mengirimkan surat ke KPK.
kumparanNEWS
Warga Pati yang tergabung dalam Masyarakat Pati Bersatu memadati pintu masuk Kantor Pos Pati untuk mengirimkan surat ke Kantor KPK, Senin (25/8/2025).  Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warga Pati yang tergabung dalam Masyarakat Pati Bersatu memadati pintu masuk Kantor Pos Pati untuk mengirimkan surat ke Kantor KPK, Senin (25/8/2025). Foto: kumparan
ADVERTISEMENT
Warga Kabupaten Pati ramai-ramai mendatangi Kantor Pos Pati untuk mengirimkan surat ke Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (25/8/2025). Mereka melakukan long march dari Alun-Alun Pati sejauh kurang lebih dua kilometer dengan membawa surat dan berbagai tulisan yang isinya tuntutan agar KPK segera menangkap Bupati Pati Sudewo.
ADVERTISEMENT
Tulisan-tulisan itu seperti, "KPK Tangkap Sudewo" "Surat Cinta untuk KPK," dan "KPK Jangan Sampai Masuk Angin".
Warga yang tergabung Masyarakat Pati Bersatu menggelar aksi long march menuju Kantor Pos Pati Kota, Pati, Senin (25/8/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Sejumlah warga Pati melakukan aksi sebelum mengirimkan surat ke Kantor KPK di Kantor Pos Pati, Senin (25/8/2025). Foto: kumparan
Salah satu warga, Maria (23) mengaku ikut tergerak mengikuti aksi agar Bupati Sudewo segera ditangkap KPK. Dia tidak mau Kabupaten Pati dipimpin oleh terduga koruptor.
"Tuntutannya (dugaan-red) koruptor harus ditindak, harus ditangkap secepatnya," tegasnya.
Warga Pati mengirimkan surat ke Kantor KPK di Kantor Pos Pati, Senin (25/8/2025). Foto: kumparan

Pakai Biaya Sendiri

Warga Kecamatan Gembong itu jauh-jauh datang ke Kecamatan Pati untuk ikut mengirimkan surat dengan biaya sendiri. Dia juga membantah aksi ini ditunggangi kepentingan politik.
"Ini pakai biaya pribadi. Kata buzzer yang menyebut aksi bayaran itu nggak ada. Tadi saya bayar Rp 14 ribu," ungkapnya.
Warga lain, Wahyuni, mengaku ikut mengirim surat ke KPK agar bisa segera melengserkan Sudewo dari Jabatan Bupati Pati karena diduga korupsi. Selain itu, dia juga menyebut Sudewo adalah pemimpin yang arogan
ADVERTISEMENT
"Saya sakit hati. Kebijakannya banyak yang merugikan masyarakat. Pokoknya KPK harus segera mengusut tuntas (dugaan) korupsi Sudewo," katanya.
Sejumlah warga Pati melakukan aksi sebelum mengirimkan surat ke Kantor KPK di Kantor Pos Pati, Senin (25/8/2025). Foto: kumparan
Dia sengaja libur dari berdagang demi membersamai ratusan warga Pati yang melakukan long march menuju Kantor Pos Pati untuk mengirimkan surat ke KPK.
"Sengaja libur berdagang. Datang ke sini, panas-panasan jalan kaki, demi melengserkan Pak Sudewo," tegas Wahyuni.
Diketahui, Bupati Pati Sudewo diduga menerima suap dalam proyek pembangunan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Warga Pati mengirimkan surat ke Kantor KPK di Kantor Pos Pati, Senin (25/8/2025). Foto: kumparan

Kantor Pos Tambah Loket

Kantor Pos Pati menambah loket layanan karena membludaknya masyarakat yang ingin mengirimkan surat ke KPK.
”Kita menyambut baik masyarakat yang menggunakan layanan pos untuk menyampaikan aspirasinya,” ujar Executive Manager Kantor Pos Pati, Yudi Adiyanto, Senin (25/8).
ADVERTISEMENT
Untuk melayani masyarakat, pihaknya menambah jumlah loket. Biasanya ada lima loket untuk melayani masyarakat, kini menjadi 11 loket.
"Kita sudah menyiapkan sembilan loket di depan ini dan dua loket cadangan di belakang untuk ketertiban masyarakat mengirim surat. Biasanya lima loket yang kami buka. Ini sembilan tambah dua cadangan. Jadi ada 11 loket,” ungkap Yudi.
Warga yang tergabung Masyarakat Pati Bersatu mengirmkan surat untuk KPK di Kantor Pos Pati Kota, Pati, Senin (25/8/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Pihaknya memastikan, surat dari masyarakat ini langsung dikirimkan pada hari ini. Yudi memperkirakan surat tersebut sampai di Gedung Merah Putih KPK dalam dua hari hingga tiga hari ke depan.
"Insyaallah terlayani hari ini. Loket ini kita buka sampai malam (pukul 20.00 WIB). Hari ini langsung dikirim. Malam biasanya dikirim. Dengan layanan yang dipilih masyarakat itu kilat khusus itu antara dua-tiga hari. Biaya Rp 14 ribu,” tutur Yudi.
ADVERTISEMENT
Pihaknya juga memastikan masih melayani masyarakat lainnya yang ingin menggunakan Kantor Pos Pati.
”Kita tetap melayani reguler. Publik di luar bisa mengirim dengan loket yang di dalam. Kami buka jam 07.00 WIB sampai 20.00 WIB,” tandas Yudi.