Kasus Corona Melonjak, Pembelajaran Tatap Muka di Cianjur Ditunda

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi sekolah yang sepi karena masih menerapkan pembelajaran online di tengan pandemi corona.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sekolah yang sepi karena masih menerapkan pembelajaran online di tengan pandemi corona. Foto: Dok. Istimewa

Bupati Cianjur, Jawa Barat, Herman Suherman, memutuskan untuk menunda Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Rencananya PTM diberlakukan pada Juli 2021.

Penundaan itu dilakukan karena melonjaknya kasus corona di Cianjur dalam beberapa pekan terakhir.

"Untuk tahun ajaran ini, rencana PTM terpaksa ditunda, seiring melonjaknya kasus COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir. Sistem pembelajaran kembali daring," ujar Herman kepada wartawan, Selasa (29/6).

Ia menegaskan dirinya tak ingin mengambil risiko di situasi pandemi ini. Ditambah, anak-anak dinilai cukup rentan terkena COVID-19.

"Cianjur saat ini zona oranye, bahkan ada lima desa yang zona merah. Kasus COVID-19 melonjak drastis. Kondisi ini yang harus segera diselesaikan," ucapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, mengungkapkan terjadi lonjakan kasus corona dalam sepekan terakhir, jumlahnya mencapai 667 kasus.

Lonjakan kasus itu, kata Yusman, berdampak pada tingkat keterisian ruang isolasi di sejumlah rumah sakit yang sudah melebihi batas maksimal. Bahkan, beberapa rumah sakit menambah kapasitas tempat tidur.

"Hampir di seluruh rumah sakit pemerintah, tingkat keterisian tempat tidur di atas angka 75 persen . Termasuk tingkat keterisian di Pusat Isolasi Bumi Ciherang yang saat ini sudah mencapai 85 persen," tandas Yusman.

embed from external kumparan