Kasus KA vs KRL di Bekasi Naik Penyidikan: 31 Saksi-CCTV Diperiksa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, didampingi Kasubdit Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, didampingi Kasubdit Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Kasus tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur kini masuk tahap penyidikan oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, dalam proses penyidikan, polisi telah melakukan serangkaian tindakan awal. Mulai dari olah TKP, pengumpulan barang bukti, hingga pendalaman rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

"Terkait perkara kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, saat ini penanganannya telah berada pada tahap penyidikan dan ditangani oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya," kata Budi saat dikonfirmasi, Minggu (3/5).

“Sejauh ini, penyidik telah melakukan cek tempat kejadian perkara, pengumpulan barang bukti, pendalaman rekaman CCTV, koordinasi dengan rumah sakit terkait korban, permintaan visum, serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pihak terkait lainnya,” tambah dia.

Barang-barang korban yang tertinggal di gerbong KRL terlibat tabrakan di sekitar Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline usai bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Puluhan Saksi Diperiksa

Sebanyak 31 orang yang terdiri dari pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang pintu, saksi di sekitar lokasi, korban, petugas operasional PT KAI, hingga pihak lain yang mengetahui langsung kejadian tersebut telah dimintai keterangan.

Untuk melengkapi proses penyidikan, polisi juga akan memanggil sejumlah instansi terkait. Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang.

“Penyidik juga akan meminta keterangan dari Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, pihak Taksi Green, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian guna melengkapi rangkaian penyidikan dan memperoleh gambaran peristiwa secara utuh dan objektif,” kata Budi.

video from internal kumparan

KNKT Dalami Penyebab Kecelakaan

Sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terus mendalami penyebab kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur, salah satunya sistem persinyalan.

“Sejak malam kejadian hingga hari ini KNKT sudah menurunkan 5 investigator perkeretaapian. Ketua KNKT juga sejak kemarin aktif memantau perkembangan di lapangan. Untuk perkembangan investigasi, sampai sekarang belum ada informasi signifikan yang bisa kami sampaikan ke publik,” ujar Humas KNKT Arif saat dihubungi, Kamis (30/4).

Masinis Soroti Indikasi Gangguan Sinyal

Masinis KA Argo Bromo Anggrek, Nofiandi, sebelumnya mengaku terkejut atas insiden tersebut. Ia menyebut indikasi gangguan sinyal sempat terlihat sebelum kejadian.

Keterangan Nofiandi diunggah di kanal YouTube Trainspotter ID.

“Tadi sudah ada informasi dari PK (pusat kendali), tapi saya belum sepenuhnya copy (menerima informasi tersebut), sudah keburu sinyalnya merah,” paparnya.

Kata Pihak Taksi

Perusahaan Green SM, menyampaikan belasungkawa kepada para korban kecelakaan kereta api ini.

"Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman," demikian unggahan Instagram @id.greensm, Selasa (28/4).

Green SM mengatakan, saat ini proses investigasi terkait kecelakaan tersebut masih berjalan. Belum ada kesimpulan yang diambil.

"Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi," ujarnya.

Semua armada taksi Green SM menggunakan mobil listrik lansiran VinFast, tak terkecuali unit yang tertemper kereta di perlintasan sebidang dekat dengan Stasiun Bekasi Timur. Diakui pabrikan, saat ini tengah melakukan investigasi lebih lanjut.

"Proses investigasi terhadap unit terdampak saat ini masih berlangsung. Sejauh ini kami belum mendapatkan laporan hasil investigasinya. Sehingga kami belum bisa memberikan komentar lebih jauh," urai singkat CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, kepada kumparan.