Kata Boeing soal Laporan KNKT soal Penyebab Jatuh Lion Air JT-610

25 Oktober 2019 19:25 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Petugas Inspektur Kelaikudaraan DKPPU Kementerian Perhubungan dan tekhnisi Lion Air melakukan pemeriksaan seluruh mesin dan kalibrasi dengan menggunakan alat simulasi kecepatan dan ketinggian pesawat pada pesawat Boeing 737-Max 8 milik Lion Air di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/3). Foto: FOTO/Muhammad Iqbal
zoom-in-whitePerbesar
Petugas Inspektur Kelaikudaraan DKPPU Kementerian Perhubungan dan tekhnisi Lion Air melakukan pemeriksaan seluruh mesin dan kalibrasi dengan menggunakan alat simulasi kecepatan dan ketinggian pesawat pada pesawat Boeing 737-Max 8 milik Lion Air di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/3). Foto: FOTO/Muhammad Iqbal
ADVERTISEMENT
Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) merilis laporan akhir investigasi pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober 2018.
ADVERTISEMENT
Dalam pemaparannya, terdapat kerusakan bagian Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) pesawat. Ditambah kurangnya informasi sistem MCAS yang berdampak pada reaksi pilot dalam menghadapi kerusakan.
Padahal, pesawat Boeing 737 MAX 8 yang digunakan Lion Air merupakan pesawat baru yang tercatat baru memiliki 800 jam terbang.
Pihak Boeing hanya mengandalkan satu sistem sensor MCAS pada pesawat. Hal ini sangat rentan pada kerusakan karena bila sensor rusak, tidak ada sistem lain yang mem-back up.
Puing-puing pesawat di posko evakuasi Lion Air JT-610 di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
Hasil laporan ini mendapat apresiasi dari pihak Boeing. Presiden dan CEO Boeing, Dennis Muilenburg, menghargai fakta-fakta yang ditemukan atas kecelakaan yang menewaskan 189 penumpang beserta kru pesawat itu.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi Indonesia atas upaya yang luar biasa dalam menentukan fakta-fakta dalam kecelakaan ini, dan faktor-faktor yang turut berkontribusi sebagai penyebab, serta rekomendasi-rekomendasi untuk tujuan kita bersama agar peristiwa ini tidak terulang kembali,” kata Dennis dalam keterangannya, Jumat (25/10).
ADVERTISEMENT
Dennis menyampaikan pihak Boeing akan mengikuti rekomendasi keselamatan KNKT untuk meningkatkan keselamatan pesawat 737 MAX. Sehingga tidak perlu terulang kecelakaan yang sama di masa yang akan datang.
Selain itu, ia memastikan para pakar Boeing yang bekerja sebagai penasihat teknis untuk Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat juga selalu memberikan dukungan penuh terhadap KNKT selama proses investigasi.
"Para engineer kami tengah bekerja bersama Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat dan para regulator lainnya dari seluruh dunia untuk mengembangkan pembaruan perangkat lunak dan perubahan lainnya, dengan mempertimbangkan informasi dari hasil investigasi KNKT," jelasnya.
Sejak kecelakaan tersebut, Boeing telah memeriksa seluruh pesawat 737 MAX dan perangkat lunaknya. Bahkan, juga dilakukan pengujian dan analisis tingkat global yang paling ketat sepanjang sejarah, termasuk ratusan sesi simulator dan uji terbang hingga pemeriksaan dari regulator dan pakar independen.
CEO Boeing, Dennis Muilenburg. Foto: AFP/Ben STANSALL
Dennis juga menyebut Boeing juga telah menerapkan beberapa perubahan terhadap pesawat 737 MAX.
ADVERTISEMENT
"Yang paling signifikan, Boeing telah mendesain kembali cara AoA (Angle of Attack) bekerja dengan fitur perangkat lunak kontrol kemudi terbang yang dikenal dengan MCAS. Ke depannya, MCAS akan membandingkan informasi dari sensor-sensor AoA sebelum teraktivasi. Dengan demikian ada lapisan perlindungan baru yang ditambahkan," tutur dia.
Pihak Boeing juga akan melakukan pembaharuan buku manual untuk awak pesawat dan pelatihan untuk pilot. Sehingga, semua pilot memiliki informasi yang sama dalam menerbangkan pesawat 737 MAX dengan aman.
Atas hasil penyelidikan, KNKT juga memberikan 6 rekomendasi kepada pihak Boeing, yakni terkait asesmen desain baru dan asumsi yang digunakan Boeing.
Lion Air Jatuh Foto: Basith Subastian/kumparan