Kata Wagub DKI soal Jakarta Dapat Nilai Terburuk dalam Penanganan Corona
ยทwaktu baca 1 menit

DKI Jakarta mendapat skor E, atau yang terburuk di Indonesia dalam hal penanganan corona. Skor ini menurut penilaian Kementerian Kesehatan yang disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono dalam rapat bersama Komisi IX DPR, Kamis (27/5).
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku belum membaca hasil skor penanganan corona di Jakarta itu. Dia mengatakan akan melihat dasar penilaian Kemenkes dan melakukan evaluasi.
"Saya belum baca hasilnya, nanti saya baca dulu, baru saya berpendapat. Sementara no comment dulu ya. Nanti saya baru baca, nanti kita akan cek kembali apa yang menjadi dasar dan lain-lain," ujar Riza, Jumat (28/5).
Yang menjadi pertimbangan Kemenkes dalam pemberian skor yaitu kapasitas Bed Occupancy Rate (BOR) di Jakarta yang terus meningkat dan tindak lanjut tracing kasus COVID-19 yang dinilai kurang baik.
Namun, Riza berpendapat lain. Menurutnya BOR atau okupansi rumah sakit penanganan corona di Jakarta terus menurun. Itu juga diikuti dengan meningkatnya tingkat kesembuhan di Jakarta.
Kalau penanganan COVID teman-teman sudah tahu bagaimana penanganan COVID di Jakarta, bisa lihat angkanya, angka kesembuhan meningkat terus, angka kematian menurun terus ya. Saya tidak bisa menjelaskan. Prinsipnya kita terus meningkatkan fasilitas sarana prasarana
Riza Patria
"Kemudian tenaga kesehatan kita juga nambah terus, laboratorium juga sudah nambah terus, BOR juga terus turun ya. Prinsipnya kami Pemprov terkait COVID terus berusaha memberikan dukungan, bantuan, partisipasi, kontribusi, dll, agar kita bisa dapat mengurangi, menurunkan penyebaran COVID-19," lanjutnya.
Dia menyebut, penanganan corona di Jakarta juga tak lepas dari hasil kolaborasi bersama pemerintah pusat. Juga bersama Forkopimda
"Kita bersama-sama dengan pemerintah pusat, dengan satgas pusat, dengan Forkopimda, dengan semua jajaran, tentu dengan semua komunitas dengan pihak swasta bersinergi, berkolaborasi untuk melawan pandemi COVID-19, untuk menurunkan dan memutus mata rantai," tutupnya.
****
Saksikan video menarik di bawah ini:
