Kawanan Monyet Serbu Kios Pedagang di Wisata Gunung Galunggung, Tasikmalaya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah monyet mengambil makanan milik pedagang di kawasan Objek Wisata Cipanas, Gunung Galunggung, Tasikmalaya.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah monyet mengambil makanan milik pedagang di kawasan Objek Wisata Cipanas, Gunung Galunggung, Tasikmalaya. Foto: Dok. Istimewa

Kawanan monyet menyerbu kios pedagang di objek wisata Gunung Galunggung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Hewan tersebut mencoba membongkar atap kios untuk mencari makanan.

Sejumlah pedagang mengeluhkan datangnya kawanan monyet tersebut. Sebab, mereka khawatir akan menyerang manusia.

Salah satu pedagang, Undang Supriatna, mengatakan puluhan monyet itu turun gunung. Mereka duduk di bagian atap kios.

"Monyet-monyet ini berusaha membongkar bagian atap samping yang menutup salah satu kios milik pedagang makanan yang masih tutup hingga saat ini," ujar Undang, Senin (9/8).

Ia menduga monyet itu menyerbu lapak pedagang karena kelaparan di atas gunung. Sebelumnya, hal serupa juga pernah terjadi. Terutama saat warung ditutup karena aturan PPKM.

“Ya, kelaparan. Makanya sampai turun. Mungkin sudah tidak ada makanan,” tambah dia.

Sejumlah monyet mengambil makanan milik pedagang di kawasan Objek Wisata Cipanas, Gunung Galunggung, Tasikmalaya. Foto: Dok. Istimewa

Ia menambahkan sudah satu bulan lebih objek Wisata Cipanas Gunung Galunggung tutup karena pemberlakuan PPKM.

Pantauan di lokasi, sedikitnya ada lima warung yang diserbu kawanan monyet. Pemilik kios pun sempat mendatangi untuk memeriksa keberadaan monyet tersebut.

Para pedagang kemudian mengusir kawanan monyet dengan menggunakan kayu. Mereka juga tampak menakut-nakuti hewan tersebut dengan senjata angin.

Sementara itu, kerugian yang dialami oleh pedagang diperkirakan sekitar Rp 5 juta. Kerugian itu berasal dari kerusakan bagian atap yang dilakukan oleh monyet.

"Ya biasanya monyet-monyet itu turun dari gunung sore pada saat kondisi lagi sepi dan kami mengalami kerugian," tegasnya.

Cluster Manajer Gunung Galunggung, Dudung Suhaeri, mengatakan objek wisata itu masih belum dibuka karena aturan PPKM.

"Yang dilakukan pihak pengelola ya upaya di lapangan saja seperti melakukan upaya pemeliharaan lokasi, menjalankan juga mengingatkan konsumen dengan aktif di medsos, juga penerapan prokes dengan cara penyemprotan disinfektan terus dilakukan," ujar Dudung.

Ia menambahkan banyak hewan liar seperti monyet yang turun gunung saat penutupan wisata. Hal itu karena mereka mencari makan.

"Sehingga satwa-satwa liar lebih leluasa mereka mengorek sampah. Mungkin tujuannya mencari makan. Ya mungkin ada dampak akibat itu," imbuhnya.

Pihaknya berharap objek wisata tersebut bisa segera dibuka. Sebab, kerugian selama PPKM diberlakukan cukup besar sekitar Rp 170 juta.

"Ya saat ini memang untuk Kabupaten Tasikmalaya sudah level 2 dan Objek wisata masih belum buka karena masih mengikuti kebijakan dari pemerintah daerah," pungkasnya.

embed from external kumparan