Kebahagiaan Pasangan Tertua yang Nikah Massal di Balai Kota DKI

kumparanNEWSverified-green

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana akad Nikah massal di gedung Balai Kota, Jakarta, Selasa (31/12). Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana akad Nikah massal di gedung Balai Kota, Jakarta, Selasa (31/12). Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan

Nikah massal kembali digelar oleh Pemprov DKI Jakarta. Program ini diperuntukkan bagi warga Jakarta yang ingin menikah secara gratis. Bahkan Pemprov juga menyediakan Rp 1 juta untuk mahar.

Di nikah massal kali ini, titel pasangan tertua jatuh pada Adjid Effendi (77 tahun) dan sang Istri Rimih (55 tahun). Rona bahagia begitu terpancar di wajah warga asal Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Adjid dan Rimih merupakan pasangan yang sudah menikah secara siri. Dalam gelaran nikah massal ini, keduanya hanya menjalankan sidang isbat atau mengesahkan pernikahannya secara hukum.

"Menikah sirih. Tahun 2014. Ya ada (nikah massal) ini aja, ada yang nawarin," ujar Adjid saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, Selasa (31/12).

Adjid Effendi (77 tahun) dan sang Istri Rimih (55 tahun), Peserta Nikah Massal Tertua di Balai Kota, Jakarta, Jumat (20/12). Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan

Sang istri juga bercerita sedikit soal hubungannya. Dia menyebut bertemu dengan sang suami di tempat kerja di sebuah perusahaan garmen. Mereka akhirnya memutuskan menikah. Sebab istri terdahulu Adjid telah meninggal.

"Saya repot kerja garmen. Bapak sama, (kerja jadi) satpam. Satu perusahaan. Udah kenal lama, karena istrinya almarhum," tutur Rimih.

Suasana akad Nikah massal di gedung Balai Kota, Jakarta, Selasa (31/12). Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan

Sebelumnya, Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual (Dikmental) DKI Jakarta, Hendra Hidayat menyebut, di nikah massal 2019 ini ada 631 pasangan yang mendaftar.

"Ada, acara disini (halaman Balai Kota). Data terakhir, 600, 631 pasangan. Lebih banyak. kalau tahun kemarin 500an, sekarang tambah lagi sampai 631," ujar Hendra di Balai Kota, Jakarta, Jumat (20/12).