kumparan
search-gray
News4 November 2019 19:42

Keluarga di Tasik Ingin Buat Museum dan Kafe untuk Mengenang Afridza

Konten Redaksi kumparan
Segudang trofi dan juga kostum peninggalan Afridza yang terpampang di kediamannya di Tasikmalaya, Jawa Barat
Segudang trofi dan juga kostum peninggalan Afridza yang terpampang di kediamannya di Tasikmalaya, Jawa Barat. Foto: kumparan
Keluarga Afridza Munandar di Tasikmalaya ingin membuat museum untuk mengenang pebalap yang meninggal setelah terlibat kecelakaan pada kejuaraan Asia Talent Cup (ATC) 2019 di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada Sabtu (2/11).
ADVERTISEMENT
Irwan Munandar, ayah Afridza Munandar, mengatakan selain membuat museum, keluarga juga akan membuat kafe. Menurut dia, konsepnya adalah museum yang disertai kafe untuk mengenang Afridza.
"Ini rencana ke depannya, karena cita-cita almarhum ingin buka kafe. Jadi kami akan buatkan museum dan kafe," ujar Irwan, di rumahnya di Kecamatan Mangkubumi, Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (4/11).
Menurut Irwan, museum itu akan diisi trofi dan juga kostum balap Afridza Munandar. Irwan belum mau mendetailkan di mana nantinya museum dan kafe itu dibangun.
Lebih lanjut, Irwan juga mengatakan Afridza itu merupakan remaja yang disiplin. Semangatnya untuk menjadi pebalap kelas dunia tak lekang meski demi meraih mimpi, Afridza harus jatuh bangun.
Segudang trofi dan juga kostum peninggalan Afridza yang terpampang di kediamannya di Tasikmalaya, Jawa Barat
Segudang trofi dan juga kostum peninggalan Afridza yang terpampang di kediamannya di Tasikmalaya, Jawa Barat. Foto: kumparan
Menurut Irwan, Afridza diwarisi darah pebalap dari kakeknya yang bernama Andi Suryana. Andi Suryana merupakan pebalap MotoCross lokal di era tahun 1970-an.
ADVERTISEMENT
Irwan mengatakan anaknya itu sedari usia 10 tahun sudah berkomitmen ingin menjadi pebalap profesional. Bahkan pada saat Afridza masih duduk di bangku sekolah menengah pertama kelas I, sudah ikut kejuaraan daerah dan langsung juara umum.
"Pada tahun 2016-2017, juara nasional Motoprix kelas 125 cc dan 150 cc team Honda," ujar Irwan. "Impian untuk menjadi pebalap profesional kelas dunia mulai terbuka di tahun 2018. Masuk di Asia Talent Cup serie pertama di Qatar, Malaysia, Thailand, dan naik podium juara III dari team Honda".
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white