Keluarga Terduga Pelaku Pelecehan Pegawai KPI Akan Laporkan Balik Korban
·waktu baca 2 menit

Kasus dugaan bullying yang diduga dilakukan pegawai KPI terhadap rekannya berinisial MS berbuntut panjang. Keluarga para pegawai KPI kini ingin melaporkan balik MS ke polisi.
Laporan yang akan dilayangkan terkait dengan bullying yang kini dialami keluarga oleh warganet di media sosial. Mereka menuding, MS menyebarkan data keluarga sehingga warga bisa mengakses dan mem-bully mereka di media sosial.
Laporan akan dilayangkan oleh keluarga dari 2 pegawai KPI berinisial RD dan EO yang dilaporkan ke polisi. Lewat kuasa hukumnya, Tegar Putuhena akan melaporkan pembullyan itu ke kepolisian.
“Jadi gini saya dudukkan konstruksi hukumnya. Keluarga dari terlapor, mengalami siber bully di media sosial. Mereka dihujat dan dikatain berbagai macam hal,” kata Tegar kepada kumparan, Selasa (7/9).
Tegar menuturkan, ada 10 akun medsos yang melakukan pembullyan terhadap keluarga terlapor anggota KPI tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan melaporkan korban pembullyan berinisial MS.
Tegar menambahkan, lewat rilis MS-lah data 2 kliennya tersebar di media sosial. Menurutnya, kasus pembullyan tak harus diselesaikan cara pembullyan juga melainkan dengan proses hukum.
“Ada sejumlah akun (10) yang akan kami laporan terkait pembullyan ini. Kami juga akan melaporkan MS karena identitas para terlapor pertama kali disebar lewat rilis yang entah itu dibuat MS atau bukan. Tapi di situ sudah jelas dari rilis awal sampai akhirnya data para terlapor tersebar,” ujar Tegar.
Sebelumnya diberitakan, MS mengaku mengalami pelecehan dan bullying selama 2 tahun, tepatnya di tahun 2012 sampai 2014. Berbagai jenis perilaku pelecehan seksual dan intimidasi ia dapatkan selama bekerja di KPI.
Korban menyebut, pelaku pelecehan dan bullying berjumlah lebih dari 1 orang. Mereka disebut korban merupakan pegawai di KPI.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, penyidik sudah memeriksa MS terkait cerita yang viral di media sosial soal pelecehan seksual dan bullying yang dilakukan oleh sesama pegawai KPI.
Saat itu, MS memang mengakui adanya pelecehan itu. Tapi, soal kronologi lengkap yang tersebar di media sosial, MS mengaku tidak tahu dan bukan dirinya yang membuat.
"Pelapor ini tidak tahu dan bukan dia yang buat. Kejadian benar pada tahun 2015," kata Yusri.
