Kemen PPPA Beri Pendampingan Psikologis untuk Remaja 15 Tahun Pembunuh Bocah

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP. Susatyo P. Condro menunjukkan gambar yang dibuat remaja pembunuh bocah di Jakarta Pusat. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP. Susatyo P. Condro menunjukkan gambar yang dibuat remaja pembunuh bocah di Jakarta Pusat. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Remaja 15 tahun pembunuh bocah di Sawah Besar, Jakarta Pusat, hingga kini masih diperiksa kejiwaannya di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Kasus ini menjadi perhatian publik sejak terungkap pada Jumat (6/3).

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengatakan, pihaknya juga akan memberi pendampingan psikologis yang tepat bagi pelaku.

“Hal yang perlu menjadi perhatian kita semua bahwa anak pelaku juga anak korban. Ia harus mendapat pendampingan psikologis yang tepat dan harus ada pendalaman dari berbagai aspek selama proses penyelesaian kasus,” kata Deputi Perlindungan Anak Kemen PPPA, Nahar, dalam keterangan tertulis, Senin (9/3).

Hasil goresan tangan remaja 15 tahun pelaku pembunuhan bocah, di Jakarta Pusat. Foto: Ricky Febrian/kumparan

Nahar mengatakan, pihaknya akan terus mengawal kasus ini. Ia meminta pihak-pihak terkait seperti Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Suku Dinas Jakarta Pusat, dan UPTD P2TP2A DKI Jakarta untuk mendampingi remaja itu setiap menjalani pemeriksaan.

“Selain melakukan pendampingan juga melakukan asesmen (penilaian) mendalam terkait kasus ini hingga tuntas, serta memastikan anak pelaku segera mendapat pendampingan dari psikolog klinis dan psikolog anak,” jelasnya.

Pembunuhan terhadap korban yang masih berusia 5 tahun itu diduga terjadi pada hari Kamis (5/3) di rumah pelaku. Jenazah korban sempat disimpan di dalam lemari. Pelaku berencana untuk membuang jenazahnya keesokan hari.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP. Susatyo P. Condro (kanan) menunjukkan goresan yang dibuat remaja pembunuh bocah di Jakarta Pusat. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Namun Jumat pagi (7/3), saat berangkat ke sekolah, ia memutuskan untuk menyerahkan diri ke Polsek Taman Sari. Ia pun memberitahukan lokasi ia menyimpan jasad bocah tersebut.

Saat diperiksa, pelaku tampak tenang ketika menjelaskan detail pembunuhan. Ia juga mengaku puas setelah membunuh.

Pelaku diketahui juga gemar menonton film-film bergenre horror dan thriller. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, mengatakan film yang sering ditonton pelaku di antaranya Chucky dan Slender Man. Remaja ini juga mengaku mengidolakan Slenderman sebagai karakter fiksi favoritnya.

kumparan post embed