Kemenag: RUU Pesantren Kado Istimewa di Hari Santri Nasional 2019

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Santri mengikuti kajian kitab kuning di Pesantren Nasyirul Ulum, Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (8/5/2019). Foto: ANTARA FOTO/Saiful Bahri
zoom-in-whitePerbesar
Santri mengikuti kajian kitab kuning di Pesantren Nasyirul Ulum, Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (8/5/2019). Foto: ANTARA FOTO/Saiful Bahri

DPR RI telah mengesahkan RUU Pesantren dalam rapat paripurna Selasa (24/9). Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag), Nur Kholis Setiawan, mengatakan bahwa UU Pesantren yang baru saja disahkan DPR, adalah kado istimewa di momen Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober.

Menurutnya, dengan UU tersebut, akan memperkuat gerak dan kontribusi pesantren dalam pembangunan Indonesia ke depan.

“Alhamdulillah, pada malam puncak peringatan Hari Santri 2019 ini, kita sepatutnya bersyukur karena ada kado istimewa yakni telah dikeluarkannya UU No 18 tahun 2019 tentang Pesantren, di mana dengan undang-undang tersebut pesantren memiliki tiga fungsi sekaligus," kata Kholis saat memberi sambutan dalam gelaran Malam Puncak Peringatan Hari Santri 2019 di Lapangan Benteng, Jakarta Pusat, Senin (21/10).

Sekjen Kemenag Nur Kholis Setiawan memberi sambutan saat Malam Puncak Peringatan Hari Santri 2019 di Lapangan Benteng, Senin (21/10). Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan

Kholis melanjutkan, tiga fungsi itu mencakup fungsi pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan bagi umat. Ketiga fungsi tersebut dinilai sangat penting dalam membangun jiwa kedamaian di tengah-tengah kehidupan berbangsa di Indonesia.

"Pertama, fungsi pendidikan. Kedua yaitu fungsi dakwah. Lalu yang ketiga ialah fungsi pemberdayaan umat. Saat ini penting bagi umat Islam Indonesia untuk menggaungkan syiar damai dalam setiap dakwah dan kegiatannya,” ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan para santri.

Kholis menekankan bahwa Islam haruslah menjadi sumber inspirasi sekaligus aspirasi bagi umat Islam serta, terkhusus bagi kalangan santri. Inspirasi yang dimaksud tak lain inspirasi perdamaian serta peningkatan kemaslahatan bersama.

Kholis juga mengimbau agar para santri terus berpartisipasi dalam memperkuat kedamaian itu. Baginya, santri adalah orang yang berpengalaman dengan perbedaan, yang menolak permusuhan antar sesama saudara sebangsa se-tanah air. Lebih lagi, perdamaian untuk seluruh dunia.

"Kita harapkan Indonesia yang direpresentasikan kaum santri memberi inspirasi perdamaian, tidak saja bagi sesama bangsa namun juga pada masyarakat dunia,” pungkasnya seraya mengucap selamat atas Hari Santri 2019.

kumparan post embed

Di sisi lain, dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kemenag, Kamaruddin Amin, menambahkan. Ia mencoba berbagi kesadaran tentang peran pesantren sebagai pusat dari pembelajaran agama, kebudayaan dan wawasan kebangsaan.

Karena itu, menurut Kamaruddin, peran pesantren sangat penting dalam membangun Indonesia yang maju dan bernuansa kedamaian.

"Pesantren menjadi tempat di mana daya saing bangsa ditingkatkan, ketahanan nasional dipertahankan, dan perdamaian dunia diharapkan. Karenanya, ketulusan, kesederhanaan diajarkan dan diteladankan di pesantren ini," ujar Kamaruddin.

kumparan post embed

Sebagai informasi, malam puncak peringatan Hari Santri 2019 yang digelar di Lapangan Benteng malam ini, merupakan puncak dari serangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak September lalu. Kegiatan-kegiatan tersebut yaitu, Santri Milenial Competition, Kopdar Akbar Santrinet Nusantara, Muktamar Pemikiran Santri Nusantara, Malam Kebudayaan Pesantren, Roan Akbar, serta Parade Santri Cinta Damai.

Kegiatan malam ini dihadiri oleh eks Menag Lukman Hakim, serta para Kepala Kanwil Kemenag dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini juga dihadiri para ulama seperti Habib Jindan Bin Novel dan Gus Muwaffiq yang didapuk memberi tausiyah perdamaian. Selain itu, hadir pula duta besar/perwakilan dari beberapa negara sahabat.

Kegiatan ini melibatkan santri dari berbagai pondok pesantren di DKI Jakarta, serta beberapa rombongan santri dari sejumlah daerah di Indonesia.