Kemendikdasmen Perbaiki Atap SMK 1 Cileungsi yang Ambruk, Ditaksir Rp 2 Miliar
·waktu baca 3 menit

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, atap SMKN 1 Cileungsi yang ambruk akan segera diperbaiki. Perbaikannya menggunakan anggaran Kemendidasmen tahun 2025.
Menurutnya, perbaikan ditargetkan rampung sebelum 15 Desember agar siswa dapat kembali mengikuti pembelajaran secara normal.
“Untuk sekolah yang rusak, akan segera kita perbaiki dengan anggaran tahun 2025. Sehingga kita harapkan pada pertengahan bulan Desember tahun ini, kegiatan pembangunan sudah dapat diselesaikan sehingga anak-anak dapat belajar sebagaimana biasa,” kata Mu’ti saat meninjau SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Kamis (11/9).
Siapkan Tenda Kelas Darurat
Ia menjelaskan proses perbaikan akan dipercepat. Kemendikdasmen menyiapkan tiga tenda kelas darurat sebagai sarana belajar sementara.
“Untuk saat ini, sambil proses pembangunan nanti dilaksanakan, sementara sebagian murid belajar di tenda darurat ini yang disiapkan oleh Kementerian,” ujar Mu’ti.
“Mudah-mudahan ini tetap bisa menjadi sarana pembelajaran yang walaupun memang namanya darurat, tapi tetap bisa menjadi sarana untuk anak-anak bisa tetap belajar dengan sebaik-baiknya,” lanjutnya.
Selain tenda darurat, Kemendikdasmen menyalurkan sejumlah bantuan lain berupa uang santunan, pendampingan dukungan psikososial, serta koordinasi bantuan revitalisasi satuan pendidikan.
Mu’ti menyampaikan duka cita kepada keluarga siswa yang terdampak dan menekankan pentingnya penanganan medis yang cepat dan sesuai prosedur.
“Kemudian untuk keluarga yang anak-anaknya terkena musibah, kami juga menyampaikan belasungkawa, mudah-mudahan yang sakit dapat segera disembuhkan dan dirawat dengan baik oleh pihak aparatur kesehatan. Mudah-mudahan nanti yang sedang ditangani termasuk yang sedang tadi disampaikan, sedang diperiksa secara intensif,” kata Mu’ti.
“Nanti kami akan meninjau ke rumah sakitnya untuk kami sampaikan agar diberikan pelayanan medis yang sebaik-baiknya. Dan juga diberikan penanganan yang secepat-cepatnya sesuai dengan peraturan dan juga sesuai dengan sistem yang berlaku di rumah sakit,” lanjutnya.
Biaya Perbaikan Capai Rp 2 miliar
Kemendikdasmen mulai menghitung kebutuhan anggaran perbaikan gedung sekolah. Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Kemendikdasmen Arie Wibowo menyebut estimasi perbaikan tiga gedung yang rusak mencapai Rp 2 miliar.
“Ya nanti dihitung, tapi tadi estimasi untuk bangunan ini sekitar 2 miliaran. Ada 4 (bangunan) kan yang ini dari Pemda. Tapi 3 gedung yang atapnya sama, itu kemungkinan Rp 2 miliaran,” jelas Arie.
Mu’ti menambahkan, kebutuhan ruang kelas baru juga akan dipenuhi melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.
“Nanti yang ruang kelas baru, Pak Kadis (Kadis Pendidikan Jawa Barat Purwanto) tambah lagi. Untuk dana tahun ini, revitalisasi juga ada kan untuk SMK,” ujarnya.
Sebelumnya, atap ruangan kelas di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, tiba-tiba ambruk saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, pada Rabu (10/9). Peristiwa itu terjadi pada pukul 10.00 WIB.
Akibat peristiwa tersebut, 31 korban mengalami luka-luka. Sebanyak 20 orang di Rumah Sakit Thamrin dan 5 orang di Rumah Sakit Merry sudah dinyatakan telah selesai penanganan dan diperbolehkan pulang.
Sementara 6 orang lainnya masih menerima perawatan di Rumah Sakit Thamrin.
