Kemenkes Tegaskan Pfizer hingga Sinovac Tak Bisa Dipakai dalam Vaksinasi Mandiri

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo memberikan tinjau vaksinasi COVID-19 di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, 16/6. Foto: Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo memberikan tinjau vaksinasi COVID-19 di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, 16/6. Foto: Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden

Percepatan program vaksinasi di Indonesia saat ini terus dilakukan agar segera mencapai target 181,5 juta orang. Untuk mencapai itu, pemerintah turut menggandeng perusahaan swasta melalui program Vaksinasi Mandiri atau Gotong Royong.

Walau memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan vaksinasi bagi masyarakat, namun keduanya punya perbedaan pada merek vaksin yang digunakan. Hal ini turut diperjelas kembali oleh jubir vaksinasi Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi.

"Jadi kami tegaskan kembali bahwa vaksin yang digunakan di dalam vaksinasi program pemerintah itu tidak boleh sama jenis dan mereknya dengan yang digunakan vaksin dalam program vaksinasi gotong royong," kata dr. Nadia dalam sebuah dialog virtual, Rabu (16/6).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi. Foto: Kemkes RI

Menurut Nadia, merek-merek vaksin yang dimaksud adalah Sinovac atau Coronovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer. Keempat vaksin tersebut tidak akan digunakan dalam Vaksinasi Gotong Royong.

Selain itu, terdapat pula vaksin yang dihibahkan suatu negara atau organisasi internasional pada pemerintah Indonesia. Apabila merek vaksin hibah tersebut sama dengan vaksin yang digunakan pada Vaksinasi Gotong Royong, vaksin tersebut tetap dapat digunakan dalam program pemerintah.

Peraturan tersebut telah diatur dalam Permenkes Nomor 18 Tahun 2021. Misalnya seperti vaksin Sinopharm yang dihibahkan pemerintah Uni Emirat Arab (UEA).

"Contohnya saat ini yang sudah pernah kita terima ya vaksin Sinopharm dari EUA itukan sifatnya bukan kita beli tapi itu merupakan sumbangan dari negara EUA. Nah itu tentunya walaupun vaksin Sinopharm itu digunakan dalam Vaksinasi Gotong Royong, kita akan menggunakan vaksin Sinopharm ini di dalam program pemerintah, tidak untuk Gotong Royong," tambahnya.

Presiden Jokowi (kiri) melihat proses vaksinasi gotong royong yang dilselenggarakan PT Unilever Indonesia, Cikarang, Selasa (18/5). Foto: Dok. Biro Pers Setpres

Sehingga, vaksinasi program pemerintah bisa saja menggunakan merek yang sama dengan Vaksinasi Gotong Royong, namun tidak untuk sebaliknya. Hal ini juga sudah dijelaskan pihak Bio Farma.

"Jadi memungkinkan vaksinasi program pemerintah menggunakan merek yang sama (dengan Gotong Royong) dikarenakan merek tersebut adalah berasal dari sumbangan atau hibah Tapi tidak sebaliknya, vaksinasi atau merek vaksin yang ada di program pemerintah itu tidak boleh digunakan di dalam vaksinasi gotong royong," tutup dr. Nadia.

kumparan post embed

---------------------------------------

Punya pertanyaan seputar vaksin? Cek Vaksinesia.com

embed from external kumparan