Lipsus- Reshuffle Kabinet Jokowi- Cover Story
3 Mei 2021 9:32

Kementerian Investasi: Umpan Investor atau Pemborosan?

"Siap, Pak Presiden!" ujar Bahlil Lahadalia menyambut tugasnya. Rabu (28/4), mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sekaligus Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini dilantik sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM oleh Presiden Joko Widodo.
Untuk mencapai target investasi sebesar Rp900 triliun, Bahlil berencana mengoptimalisasi pelaksanaan UU Cipta Kerja. Secara khusus, dia mengatakan hendak menyempurnakan Online Single Submission (OSS), yaitu “sistem berbasis teknologi informasi yang mengintegrasikan perizinan di daerah dan pusat untuk mempermudah kegiatan usaha di dalam negeri” serta mengawinkan UMKM dengan pengusaha-pengusaha besar.
“Kalau kemarin, BKPM secara institusi setara kementerian, jabatannya setara, tetapi kewenangannya tidak sama dengan sekarang,” kata Bahlil. Dengan kata lain, jika sebelumnya ia lebih sering mengeksekusi regulasi dan peraturan menteri, kini sebagai Menteri Investasi ia punya kewenangan lebih untuk membuat peraturan.
Keuntungan berlangganan kumparan+
  • Ratusan konten premium dari pakar dan kreator terbaik Indonesia
  • Bahasan mendalam dengan kemasan memikat
  • Pengetahuan, hiburan, dan panduan yang solutif untuk hidupmu
Konten Premium kumparan+
Presiden Jokowi mengubah nomenklatur untuk membentuk kementerian baru. Kemristek dilebur ke Kemdikbud, sementara BRIN menjadi lembaga sendiri. Jokowi juga membentuk Kementerian Investasi, alih-alih mengoptimalkan BKPM. Apa tujuannya?