kumparan
31 Agustus 2019 17:58

Kenangan SBY Antar Kepergian Sang Ibunda ke Peristirahatan Terakhir

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) hadiri pemakaman almarhumah Siti Habibah di TPU Tanah Kusir, Jakarta. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Air mata Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak terbendung. Dalam kurun waktu 3 bulan, Presiden ke-6 RI itu kehilangan dua sosok perempuan penting dalam hidupnya, yakni sang istri Ani Yudhoyono dan ibunda Siti Habibah.
ADVERTISEMENT
"Sebagai manusia biasa, terus terang saya tentu merasa kehilangan dua orang yang sangat saya sayangi ini. Saya kira itu manusiawi, tapi keimanan saya, akal sehat saya, saya bisa menerima seluruh semua takdir Allah ini," ungkap SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/8) di pendopo tempat persemayaman ibunya.
Bukan cuma air mata yang mengucur mengiringi pemakaman sang ibunda. Dalam suasana duka, sosok paling kehilangan itu tak sungkan bercerita. Kata demi kata keluar dari mulut SBY mengenang dua orang yang dicintainya.
Susilo Bambang Yudhoyono bersama ibundanya, Siti Habibah. Foto: Twitter/@SBYudhoyono
Salah satu kenangan yang terkuak adalah saat terakhir bersama Habibah. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, SBY sempat membisikkan bahwa memo, sapaan Ani Yudhoyono, sudah berpulang lebih dulu.
"Sambil menangis saya tidak yakin, paling tidak i'm questioning, apakah ibunda saya ini betul-betul tahu, apakah istri (saya) sudah berpulang ke Rahmatullah, karena komunikasi kami sebelum masuk ICU selama satu-dua tahun ini, sudah tidak lancar. Saya khawatir kalau (Ibu) tidak tahu kalau Bu Ani sudah tidak ada," kata SBY.
ADVERTISEMENT
Bukan jawaban yang diterima SBY dari ibunya. Perempuan yang terbaring di ICU RS Mitra Keluarga Cibubur pada Jumat (30/8) itu justru mengeluarkan air mata. Ayah dua anak itu hanya bisa berasumsi mungkin saja selama ini Eyang Habibah bertanya-tanya ke mana gerangan istrinya tak mendampingi.
Ani Yudhoyono saat memotret. Foto: Instagram/@aniyudhoyono
Namun, SBY tak membiarkan rasa cinta mendiang istrinya kepada Eyang Habibah terpendam begitu saja. Ia bisikkan itu supaya sang ibu tahu bahwa orang terdekatnya mencintainya.
"Tapi satu hal sampai akhir hayatnya memo sangat menyayangi ibu, menyayangi Eyang Siti Habibah. Saya bisikkan supaya mengerti betul bahwa orang terdekatnya pun sangat menyayanginya," tutur dia.
Rasa cinta itu terbukti saat SBY bercerita tentang Ibu Ani. Ia mengenang, sebelum Ani dirawat di Singapura hingga menghembuskan nafas terakhir, Memo sempat punya keinginan kukuh bertemu Eyang Habibah dan ibunya sendiri, Ibu Ageng.
Eyang Habibah bersama anak AHY. Foto: Instagram/ @almirayudhoyono
"Saya bilang 'kita kan mau ke Singapura, nanti saja kalau kita sudah selesai check up baru kita jenguk'. Tapi Ibu Ani rupanya malam-malam memaksakan untuk datang ke Eyang Habibah dan Ibu Ageng," kenang SBY.
ADVERTISEMENT
Rupanya pertemuan Ibu Ani dan Eyang Habibah yang dipaksakan itu adalah pertemuan terakhir keduanya di dunia. Keduanya kini telah menghadap ke haribaan terakhir. Maka, SBY berharap kelak dua orang perempuan itu dipertemukan di surga.
"Ibunda tersayang, selamat jalan. Menghadaplah Sang Khalik dengan tenang dan damai. Semoga ibunda dipertemukan dengan istri tercinta, almarhumah Ani Yudhoyono, dan semoga kelak juga dipertemukan dengan kami-kami semua dengan izin Allah di taman surga Allah SWT," ungkap SBY mengucapkan salam perpisahan terakhir pada ibunya sebelum dikebumikan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan