Kepala BNPT ke Muhammadiyah, Bahas Moderasi Beragama hingga Tolak Radikalisme

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/1/2022). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/1/2022). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar, menyambangi Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah di Yogyakarta. Kunjungan itu membahas sejumlah hal, salah satunya penguatan moderasi beragama.

"Kerja sama yang baik dengan PP Muhammadiyah sangat penting dalam rangka penguatan moderasi beragama," kata Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar lewat keterangannya, Sabtu (2/4).

Menurut Boy, pencegahan paham radikal terorisme salah satunya dapat dilakukan dengan penguatan prinsip moderasi beragama. Konsep penguatan moderasi beragama membutuhkan dukungan berbagai pihak, salah satunya dengan dukungan Muhammadiyah.

Dalam rangka mencegah paham radikal terorisme, BNPT sangat terbuka dan menerima masukan dari berbagai pihak terutama dari Muhammadiyah.

"Tokoh-tokoh agama Muhammadiyah bisa memberikan masukan kepada kami," ujar Boy.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kanan) bersama Buya Syafii Maarif. Sebelumnya, Presiden Jokowi menjenguk Buya Syafii di rumahnya di Nogotirto, Gamping, Sleman, Sabtu (26/3/2022). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H Haedar Nashir, melihat langkah BNPT yang menggelorakan konsep moderasi beragama sudah tepat. Menurutnya moderasi beragama adalah model yang sangat cocok dalam menangkal narasi radikal terorisme.

"Dari iklim saja Indonesia sudah moderat. Dari segi sejarah di mana agama-agama masuk ke Indonesia juga ada bermacam-macam agama dan tidak ada perang. Pendidikan moderasi itu hasilnya long-term. BNPT tidak berjalan sendirian dalam menguatkan moderasi beragama," imbuh Haedar.

Haedar menyebut, anak muda yang menjadi target propaganda radikal terorisme harus dilindungi. Pemikiran radikal yang ingin mengganti haluan negera dengan sistem agama adalah kekeliruan yang fatal.

Konsep NKRI dengan Pancasila-nya adalah Darul Ahdi Wa Syahadaa, berarti negara kesepakatan dan persaksian.

kumparan post embed

"Indonesia negara Pancasila itu sejalan dengan Islam. Hasil Ijtihad dari pemuka agama dan para ulama. Maka tidak perlu lagi mencari bentuk negara lain," jelasnya.

Mengakhiri kegiatan pertemuan ini, BNPT dan Muhammadiyah dijadwalkan akan melakukan perjanjian kerja sama dalam pencegahan dan penanggulangan terorisme.