Kepala Desa di Sumut: Pria yang Dipukuli Tak Betah saat Jalani Isoman

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi karantina COVID-19 Foto: Dok. Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi karantina COVID-19 Foto: Dok. Wikimedia Commons

Video seorang pria di Kecamatan Silaen Tobasa, Kabupaten Toba, Sumut, dipukuli warga saat hendak isolasi mandiri heboh di media sosial.

Dalam video yang beredar, pria bernama Salamat Sianipar itu dipukuli dengan kayu dan hendak diikat.

Terkait video viral itu, kepala desa tersebut mengatakan Salamat tidak betah menjalani isolasi mandiri. Hingga akhirnya, ia kembali ke rumah orang tuanya. Hal itu diungkapkan Kepala Desa Sianipar dalam video yang diunggah oleh @joker_supriadi, Minggu (25/7).

Kepala desa itu mengatakan aparat setempat telah memberikan tempat untuk isolasi mandiri di daerah Gunung Silabi. Hanya saja, tidak ada aliran listrik dan air di lokasi.

instagram embed

"Setelah berembug dengan orang tua dan istri Salamat Sianipar atas persetujuan keluarga, karena ada katanya dekat ladangnya, ada di situ yang dekat dengan air jadi atas persetujuan keluarga Saudara Salamat Sianipar kami tempatkan di lokasi itu," ujar kepala desa itu dalam video tersebut.

Pemerintah desa telah memberikan bahan makanan seperti beras satu karung, telur, buncis, garam, dan minyak goreng untuk keperluan isolasi mandiri selama 14 hari.

"Tetapi Saudara Salamat Sianipar tidak betah. Di sana tetangannya dan perangkat desa Kepala Dusun Tiga menelepon saya selaku Kepala Desa bahwa Salamat Sianipar jam 19.25 (Kamis, 22/7) sudah kembali ke rumah orang tuanya lagi," tambahnya.

kumparan post embed

Karena hal itu, ia kemudian langsung mengecek lokasi rumah Sianipar yang jaraknya 1,8 kilometer dari rumahnya. Ia dan sejumlah warga sekitar mencoba membujuk agar Sianipar kembali ke lokasi isolasi.

Sebelumnya video pria itu diunggah oleh Joshua Banjarnahor di akun Instagramnya. Ia merupakan analis pencarian dan pertolongan di Basarnas. Dia mengatakan kejadian itu terjadi pada Kamis (22/7).

instagram embed

Di unggahan lainnya, ia menjelaskan bahwa Salamat hendak pulang ke kediamannya usai beberapa hari isolasi mandiri akibat positif COVID-19. Ia isolasi mandiri ditempatkan oleh aparat desa di sebuah gubuk jauh dari pemukiman warga.

Saat hendak pulang dan melanjutkan isolasi mandiri di kediamannya, Salamat malah ditolak, dan justru dipukuli oleh warga.

"Saya dapat laporan pada hari Kamis lalu Bapak Salamat Sianipar di ikat dan dipukuli seperti hewan oleh warga, dikarenakan ingin isoman di rumahnya di Desa Sianipar, Kecamatan Silaen Tobasa," kata Joshua. Dia sudah mengizinkan unggahannya dikutip oleh kumparan.

embed from external kumparan