Kesaksian Warga Saat Penangkapan Pemimpin Teroris JAD Bekasi

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim Densus 88 Mabes Polri berjaga saat penggeledahan barang bukti milik terduga pelaku teroris, di sebuah kios aksesoris ponsel, Jalan KH Mochtar Tabrani, Bekasi. Foto: ANTARA FOTO/Risky Andrianto
zoom-in-whitePerbesar
Tim Densus 88 Mabes Polri berjaga saat penggeledahan barang bukti milik terduga pelaku teroris, di sebuah kios aksesoris ponsel, Jalan KH Mochtar Tabrani, Bekasi. Foto: ANTARA FOTO/Risky Andrianto

Polisi berhasil menangkap pimpinan sekaligus pengendali jaringan teroris JAD Bekasi dan JAD Lampung, EY alias Eky alias Rafli. Warga sekitar sempat melihat proses penangkapan hingga penggeledahan yang dilakukan Densus 88 Antiteror di salah satu konter ponsel, Wanky Cell, Rabu (8/5).

Seorang warga, Diah, mengatakan saat itu, seorang pria dan wanita yang diketahui merupakan Eky dan istrinya baru tiba di konter ponsel itu. Tak lama kemudian, ada dua orang turun dari angkot yang ternyata anggota Densus 88 dan langsung masuk ke dalam konter.

“Kemarin diikutin apa ya, diikutin sama buser densus, dia naik angkot yak. Turunnya di sini, langsung masuk ke dalam,” ungkap Diah di lokasi, Kamis (9/5).

Olah TKP penemuan mom di Wanky Cell, Bekasi. Foto: Reki Febrian/kumparan

Dia tak tahu persis berapa lama kedua anggota Densus itu di dalam rumah. Tak lama kemudian, sejumlah anggota kepolisian lainnya datang ke lokasi. Kebetulan, Diah yang bertempat tinggal di belakang konter tengah keluar rumah untuk mencari makanan.

Setelah itu, kawasan itu langsung dipenuhi warga. Polisi juga langsung memasang garis polisi, agar warga tak mendekat.

Sebuah kardus dibawa keluar oleh polisi dari Wanky Cell. Foto: Andeas Ricky Febrian/kumparan

Bahkan, warga dilarang merekam proses penangkapan itu meski hanya dari luar garis polisi. Saat itu, polisi menyebut sinyal ponsel dikhawatirkan dapat memicu bom meledak.

“Jadi kan hampir nyala satu, jadi kita enggak boleh main HP. Sampai teman saya, ditodong sama Densus. Gimana kagak jantungan, tau dah ah,” tutur Diah.

Petugas akhirnya membawa Eky dan istrinya keluar dari dalam konter. Tapi, Diah melihat keduanya dibawa dalam kondisi tak sadarkan diri. Dia juga tak tahu persis, apakah keduanya sengaja dibius atau tidak.

“Iya suami istri, ada ditembak kali ya, ditembak bius. Iya dibius. Kalau enggak begitu kabur,” kata Diah.

Petugas kepolisian membawa sebuah koper usai olah TKP di Wanky Cell, Bekasi. Foto: Andeas Ricky Febrian/kumparan

Warga lainnya, Siti mengatakan, dirinya tak kenal dengan Eky maupun istrinya. Siti yang membuka warung kelontong tepat di depan konter hanya berkomunikasi dengan para karyawan Eky.

“Biasanya sih karyawan tokonya, cewek-cewek gitu jajan. Tapi kita juga enggak tanya-tanya. Saya beberapa kali belanja di Wanky Cell, tapi cuma beli saja, dan tokonya sepi, karena katanya juga jualan online,” ungkap Siti.

embed from external kumparan

Dari penggeledahan awal, polisi menemukan bom pipa yang siap pakai. Bom itu ditemukan di salah satu lemari. Polisi lalu melakukan disposal atau peledakan di kawasan Babelan.

Hari ini, polisi melakukan olah TKP sekaligus mencari barang bukti lain. Tak kurang dari 5 kardus berisi beragam bahan peledak disita polisi dari konter di Jalan Muchtar Tabrani, Bekasi, itu.