Kisah PKL di Medan Sepi Pembeli Saat PPKM: Beli Sarapan, 3 Nyawa Terselamatkan
ยทwaktu baca 2 menit

Seorang perempuan bermasker duduk di depan sebuah warung makan yang menjajakan nasi sarapan. Perempuan bernama Tari itu berharap ada masyarakat yang melintas berkenan membeli dagangannya.
Tari adalah satu di antara PKL di Kota Medan, Sumut, yang boleh dikata sepi pelanggan saat PPKM Darurat. Pedagang di dekat RSIA Stella Maris, Jalan Multatuli, ini harus berputar otak, bagaimana caranya agar dagangannya tetap laku di tengah pembatasan masyarakat.
Bermodalkan poster dari kardus, Tari mencoba mempromosikan dagangannya di pinggir jalan.
Sayangnya pembeli tak kunjung datang, dia pun harus berteriak memanggil pemotor, sambil memegang poster bertuliskan, "Sarapannya kak, yakinlah jika kakak beli sarapan sama kami, tiga nyawa terselamatkan'.
Aksi Tari tersebut pun akhirnya viral di media sosial, hingga banyak masyarakat yang memberi dukungan.
Tari yang ditemui di tempat jualannya mengaku melakukan aksi itu, sebagai jalan terakhir menjemput rezeki. Pasalnya, warungnya kini sepi pembeli usai ada penyekatanPPKM Darurat pada jalan depan warungnya.
"Hari ketiga itu kan jalan ini ditutup jadi sepi banget hari itu hanya ada 5 pembeli dan tidak boleh makan di tempat," ujar Tari kepada wartawan, Jumat (16/7).
Tari makin sedih ketika teringat ketiga anaknya di rumah. Dia takut tak mampu mencukupi kebutuhan keluarganya selama pandemi corona. Sebab hanya dari jualan sarapan ini, dia bersama keluarganya menggantungkan hidup.
"Anak saya tiga paling kecil umur 4 tahun," ujarnya.
Namun, kata dia, semenjak aksinya menjajakan makanan viral di media sosial, banyak masyarakat bergotong royong membantunya. Banyak yang memesan sarapan kepadanya.
"Tapi alhamdulillah untuk hari ini ditambah Tuhan lagi rezeki, karena ada yang mau memesan makanan sebanyak 50 bungkus juga untuk dibagikan," ujarnya.
Dia mengaku bersyukur karena dari setiap porsi yang dijual dia memperoleh keuntungan 20 persen dari harga makanan yang dijual. Pesanan yang masuk pun kian bertambah, besok Sabtu (17/7) saja sudah ada warga yang memesan sarapan hingga 170 porsi
"Pokoknya saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang turut membantu semoga rezekinya berlimpah dan untuk kita semoga tetap semangat dan terus berjuang" harap Tari.
Dia juga berharap pemerintah memperhatikan nasib para pedagang kecil dan PKL. Dia mengaku siap menaati protokol kesehatan selama PPKM Darurat.
Bahkan terpaksa tutup, jika memang diwajibkan untuk menekan kasus corona. Namun jika langkah itu diambil ia tak tahu harus bagaimana lagi untuk menghidupi keluarganya.
"Kami maunya tutup cuma gimana bantuan pemerintah (saja) tidak ada, kami punya anak 3. Kami harap pemerintah mau memperhatikan kami," ujar Tari.
