Kisruh Navy Seal, Menhan AS Minta Kepala Angkatan Laut Mundur

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper. Foto: REUTERS / Eloisa Lopez
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper. Foto: REUTERS / Eloisa Lopez

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper pada Minggu (24/11) meminta Kepala Staf Angkatan Laut, Richard Spencer, mengundurkan diri.

Perintah tersebut dikeluarkan terkait persoalan yang melibatkan seorang anggota Navy SEAL, Edward Gallagher. Pria itu dituduh terlibat kejahatan perang, namun didakwa atas kejahatan yang lebih ringan.

Diduga kuat, keringanan dakwaan dilakukan karena peran Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper dan Kepala Staf Angkatan Laut Amerika Serikat Richard V. Spencer. Foto: REUTERS / Eloisa Lopez dan Sgt. Akeel Austin

Sementara itu, Esper menduga Spencer telah mengirim proposal secara pribadi kepada Gedung Putih terkait masalah yang menimpa Gallagher. Proposal berisi informasi jika Gedung Putih tidak mengintervensi proses investigasi terhadap Gallagher, maka yang bersangkutan akan mundur dengan sendirinya dari AL AS tanpa harus lewat pemecatan.

Pengiriman proposal tersebut dipermasalahkan oleh Esper. Sebab, Spencer sama sekali tidak mengkomunikasikan tindakan tersebut kepadanya terlebih dahulu.

"Menhan Esper meminta Spencer mengundurkan diri setelah dia kehilangan kepercayaan terkait tindakannya yang tidak jujur soal komunikasinya dengan Gedung Putih," tulis keterangan Kementerian Pertahanan AS, seperti dikutip dari AFP, Senin (25/11).

Kepala Staf Angkatan Laut Amerika Serikat Richard V. Spencer. Foto: Thuy Jaskuloski / via REUTERS

Esper dalam keterangan terpisah mengakui sangat mempermasalahkan apa yang dilakukan oleh Spencer.

Sebelumnya, AL AS telah meluncurkan penyelidikan soal pelanggaran yang dilakukan Gallagher dan tiga anggota Navy SEAL lainnya. Jika terbukti bersalah Gallagher akan dikeluarkan dari AL.

Gallagher diduga telah membunuh seorang sipir ISIS yang tak bersenjata dan melepaskan tembakan acak ke arah warga sipil Irak.

Penyelidikan terhadap Gallagher, dihalangi oleh Trump. Panglima Militer Tertinggi Amerika Serikat itu menegaskan, AL tak akan bisa mengeluarkan Gallagher yang telah dianggap sebagai seorang pejuang perang.