Kombinasi Mematikan: Soft Drink, Energy Drink, dan Kopi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Kopi mengandung kafein paling banyak. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Kopi mengandung kafein paling banyak. (Foto: Thinkstock)

Seorang remaja di Amerika Serikat meninggal dunia akibat overdosis kafein. Dia menenggak tiga minuman tinggi kafein dalam waktu berdekatan: soft drink, energy drink, dan kopi.

Davis Allen Cripe, remaja asal South Carolina, meninggal dunia pada 26 April lalu setelah sebelumnya pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Dalam konferensi pers pada Senin (16/5), ahli forensik Gary Watts mengungkapkan penyebab kematian remaja berusia 16 tahun itu.

Dikutip dari NBC News, Watts mengatakan dalam waktu dua jam Cripe mengkonsumsi segelas besar soft drink merek Mountain Dew, lalu disusul dengan secangkir kopi latte McDonald's, dan ditutup oleh sebotol energy drink yang tidak diketahui mereknya.

Baca juga: Pembunuhan yang Mengerikan di Hari Ibu

Akibat minuman kaya kafein itu, detak jantung Cripe tidak beraturan, dia mengalami kondisi bernama aritmia dan pingsan. Cripe sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak terselamatkan.

Menurut Watts, Cripe adalah remaja yang sehat, bukan pengkonsumsi alkohol apalagi narkoba. Namun jumlah kafein yang dikonsumsinya sebelum meninggal sudah berada jauh di atas ambang aman.

Ilustrasi mayat. (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mayat. (Foto: Shutterstock)

"Minuman ini bisa sangat berbahaya. Saya katakan kepada kawan-kawan dan keluarga untuk tidak meminumnya," kata Watts.

Kafein bekerja dengan memblokir molekul tubuh yang memberikan sinyal kelelahan pada otak. Selain itu kafein juga mengeluarkan dopamine, membuat pengkonsumsinya merasakan kesenangan sehingga kerap dikonsumi untuk meningkatkan mood atau agar terjaga.

Baca juga: "Salt Water Challenge", Minum Air Garam Demi Solidaritas Palestina

Namun kafein juga bisa membuat kerja lambung meningkat, mengganggu pola tidur dan memicu perasaan gelisah.

Dr Robert Huizenga yang terkenal dengan acara televisi "The Biggest Loser" mengatakan pengaruh kafein berbeda pada tubuh setiap orang.

"Contohnya, mereka yang bermetabolisme lambat bisa minum kopi sebelum tidur dan akan sulit untuk tidur, sementara yang metabolismenya cepat bisa meminum kopi seharian tanpa efek apapun," kata Huizenga kepada Yahoo News.

Baca juga: Korea Utara Diduga Berada di Balik Ransomware WannaCry

Berdasarkan imbauan dari asosiasi dokter anak AS, American Academy of Pediatrics, anak-anak tidak boleh meminum kafein sama sekali karena berdampak buruk pada perkembangan sistem pernafasan dan syaraf.

"Kafein jelas adalah benda yang membuat kecanduan," lanjut Huizenga.