Komisi X Harap Polemik JIS Dihentikan, Minta PSSI Undang FIFA Cek Kelayakan
·waktu baca 2 menit

Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, merespons polemik penggunaan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai venue Piala U-17. Huda mengatakan sebenarnya polemik JIS sebagai venue U-17 dapat diselesaikan secara sederhana dengan melihat dokumen terkahir dari FIFA.
"Sejak dari awal saya sampaikan bahwa sebenarnya mudah, mudahnya satu dokumen dari Tim FIFA yang pernah menyatakan JIS belum layak apakah tetap mau dipakai atau tidak oleh FIFA atau oleh PSSI itu saja," kata Huda di Gedung DPR, Senayan, Kamis (6/7).
"Jadi kembali ke sana aja kita, kita kembalikan ke FIFA karena FIFA yang punya hak mutlak menentukan ini stadion perlu direnovasi, memenuhi standar atau tidak," lanjutnya.
Huda juga berpandangan sebaiknya PSSI juga segera mengundang FIFA secara langsung untuk menilai kelayakan JIS sebagai venue U-17.
Yang kedua saya setuju PSSI tidak perlu bikin opini gitu, yang terbaik adalah secepatnya mengundang tim FIFA untuk ngecek apakah akan tetap menggunakan dokumen lama atau tidak, gitu," ucapnya.
Politikus PKB itu berharap agar polemik JIS dapat segera berakhir. Menurutnya lebih baik pemerintah fokus mempersiapkan Timnas Indonesia.
"Dan saya berharap polemik soal itu dihentikan bahwa ada yang mau main di situ enggak usah ini, karena apa? karena ada subtansi penyelenggaraan U-17, saya kira perlu di ekspos terus. Gimana persiapan Timnas kita, bagaimana kesiapan stadion di luar JIS dan seterusnya dan seterusnya karena waktunya tinggal sebentar," tutup Huda.
Sebelumnya, masalah biaya renovasi JIS menjadi sorotan lantaran pemerintah sudah menggelontorkan dana besar-besaran atau Rp 5 triliun untuk membangun JIS tapi masih belum sesuai standar FIFA.
Disisi lain, rencana perbaikan rumput JIS senilai Rp 6 miliar ini juga dianggap sebagai politisasi dibanding untuk pelaksanaan tuan rumah Piala Dunia U17.
