Korban Tewas Gempa di Sichuan China Bertambah Jadi 40 Orang: Terkuat Sejak 2017
·waktu baca 2 menit

Gempa berkekuatan 6,8 yang melanda provinsi Sichuan, China pada hari Senin (5/9). Dikutip dari Reuters, hingga kini gempa tersebut telah menewaskan lebih dari 40 orang dari data sebelumnya sebanyak 21 orang.
Gempa yang mengguncang ibu kota provinsi Chengdu dan provinsi sekitarnya seperti provinsi Yunnan, Shaanxi dan Guizhou ini merupakan gempa terkuat yang melanda wilayah itu sejak 2017.
Pusat gempa berada di kota Luding yang terletak di pegunungan sekitar 226 km barat daya Chengdu. Di Luding, saking kuat guncangan gempa, sulit bagi beberapa orang untuk tetap berdiri, retakan juga muncul di beberapa rumah.
Beberapa jalan dan rumah di dekat pusat gempa rusak akibat tanah longsor, sementara komunikasi terputus di setidaknya satu daerah. Gempa juga terasa di provinsi Yunnan, Shaanxi dan Guizhou yang jaraknya ratusan kilometer dari pusat gempa.
Menurut otoritas setempat, tidak ada kerusakan pada bendungan dan pembangkit listrik tenaga air yang berjarak 50 km (31 mil) dari pusat gempa. Namun, kerusakan pada jaringan telah mempengaruhi daya sekitar 40.000 penguna listrik.
Gempa bumi biasa terjadi di provinsi barat daya Sichuan, terutama di pegunungannya di barat, daerah yang aktif secara tektonik di sepanjang batas timur dataran tinggi Qinghai-Tibet.
Salah satu penduduk Chengdu, Laura Luo menjelaskan bahwa ketika dalam perjalanan pulang, dia melihat orang-orang bergegas keluar dari rumah dengan panik setelah mendapatkan peringatan gempa.
"Ada banyak orang yang sangat ketakutan hingga mulai menangis," tambah Luo.
Beberapa klip video yang menunjukkan keadaan saat gempa juga tersebar di media sosial memperlihtkan lampu yang bergoyang ketika guncangan terjadi.
Gempa ini adalah yang terbesar di Sichuan sejak Agustus 2017, ketika gempa berkekuatan 7,0 melanda prefektur Aba.
Gempa bumi Sichuan paling kuat yang pernah tercatat terjadi pada Mei 2008, ketika gempa berkekuatan 8,0 yang berpusat di Wenchuan menewaskan hampir 70.000 orang dan menyebabkan kerusakan parah.
