Koster soal Kritik Luhut Penanganan Corona di Bali: Kita Lakukan yang Terbaik
·waktu baca 1 menit

Gubernur Bali Wayan Koster menanggapi kritik dan permintaan Koordinator PPKM Level Jawa-Bali, Luhut B. Pandjaitan untuk menangani penularan kasus corona dalam satu minggu di Pulau Dewata.
Koster enggan menyatakan keyakinannya dapat menekan kasus corona dalam satu minggu. Ia menegaskan, akan melakukan yang terbaik.
"Bukan soal optimistis tapi kita bekerja yang terbaik. Kalau tak sesuai target, jangan terus bicara berandai-andai pokoknya kita lakukan yang terbaik," kata Koster kepada wartawan di Denpasar, Bali, Jumat (13/8).
Koster memusatkan penanganan COVID-19 pada tindakan isolasi terpusat (isoter) dan tracing. Kebijakan itu di antaranya, kasus baru COVID-19 tanpa gejala wajib menjalani isoter.
Pasien COVID-19 yang isolasi mandiri (isoman) kurang dari 10 hari diboyong ke tempat isolasi terpusat (isoter) yang telah disediakan pemkab/kota dan seluruh hasil kontak erat dilarang beraktivitas di luar rumah.
Luhut mengkritik penanganan COVID-19 di Bali saat mengunjungi sejumlah tempat vaksinasi dan isoter Kamis (13/8) kemarin.
Ia menyoroti kasus di Bali masih tinggi padahal vaksinasi corona sudah mencapai 90 persen. Tingkat isoter dan tracing juga dinilai masih rendah.
"Jangan sampai nanti orang luar lihat Bali ini tidak jadi tempat tujuan turis, karena dianggap tidak disiplin. Karena di mana-mana kalau sudah 90% divaksin, mestinya dia sudah relatif stabil,” kata Luhut kepada wartawan.
