Kota di China Beri Skor untuk Kesehatan Warganya Lewat Aplikasi

Pemerintah kota Hangzhou, China, melakukan terobosan dengan meluncurkan aplikasi untuk mengecek kesehatan warganya di tengah pandemi virus corona.
Aplikasi ini nantinya bisa mengakses rekam jejak kesehatan penggunanya dengan memberikan skor setiap harinya. Skor tersebut diberikan berdasarkan kondisi terkini dan gaya hidup pengguna, termasuk kadar konsumsi alkohol, nikotin, olahraga, dan waktu tidur.
Semakin sehat gaya hidup sang pengguna, maka semakin besar skor yang didapat dan sebaliknya. Aplikasi ini menggunakan skor dengan skala 0-100 dengan indikator warna hijau hingga merah.
Jika pengguna melakukan olahraga dengan berjalan sebanyak 15 ribu langkah misalnya, maka akan diganjar skor +5. Akan tetapi, jika merokok, misalnya 5 batang per hari, maka mendapatkan skor -3.
Nantinya, pada setiap pengecekan yang bisa dilakukan kapan pun, jumlah skor terbaru akan dikalkulasikan dengan skor-skor sebelumnya.
Tak hanya itu, aplikasi ini juga menampilkan ranking sang pengguna di antara jutaan warga Hangzhou. Selain itu, ditampilkan pula pergerakan peringkat pengguna berdasarkan kondisi kesehatannya.
Semenjak Februari, pemerintah China telah mengklasifikasikan warganya melalui aplikasi ‘kode kesehatan’ berdasarkan warna. Dengan begitu, setiap warga akan mengetahui kondisi kesehatan, apakah warna hijau sebagai kondisi aman atau merah untuk penanda bahaya.
Tingkat kesehatan itu nantinya akan menentukan apakah mereka bisa meninggalkan rumah, menggunakan angkutan umum dan memasuki area publik. Aplikasi itu juga bisa melacak pergerakan orang dengan para warga wajib memindai QR code mereka ketika memasuki area publik.
Direktur Komisi Kesehatan Hangzhou, Sun Yongrong, mengatakan aplikasi itu tak hanya bisa digunakan untuk keperluan pribadi, melainkan juga untuk perusahaan dan permukiman.
Dalam demonstrasinya, Sun mengatakan skor untuk perusahaan didasarkan oleh sejumlah faktor seperti berapa banyak karyawan yang melakukan olahraga dan lama tidur per harinya serta berapa banyak karyawan yang telah melakukan pengecekan kesehatan rutin dan seberapa banyak penyakit kronis yang dapat dikontrol.
Kendati demikian, di balik kecanggihannya, kecaman datang dari warga Hangzhou yang merasa khawatir dengan keamanan data pribadinya. Hal itu menyusul rencana pemerintah setempat yang akan mewajibkan warganya menggunakan aplikasi ini selama pandemi.
Sejumlah netizen juga mempertanyakan risiko akan eksploitasi data pribadi mereka oleh perusahaan asuransi dan pemasaran. Kekhawatiran lain adalah adanya diskriminasi terhadap orang yang memiliki skor rendah.
“Langkah ini terlalu jauh. Tidak peduli seberapa besar pengorbanan warga China dengan menukar privasi mereka demi sebuah kenyamanan, aplikasi ini tetap akan menimbulkan ketidakpuasan bagi banyak pengguna,” tulis salah satu pengguna di media sosial buatan China, Zhihu.
Hangzhou sebelumnya menjadi kota pertama di China yang menggunakan sistem ‘kode kesehatan’ untuk menentukan apakah warganya perlu dimasukkan ke kamp karantina atau tidak.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
