KPI Minta Polisi Usut Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Pegawai

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis di Kantor Wapres. Foto: Kevin Kurnianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis di Kantor Wapres. Foto: Kevin Kurnianto/kumparan

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) angkat suara terkait kabar dugaan pelecehan seksual dan bullying terhadap pegawainya berinisial MS.

MS mengaku mengalami penderitaan selama bekerja di KPI. Dia dilecehkan dan dibully teman-teman senior di kantornya.

Komisioner KPI Yuliandre Darwis mengatakan, pihaknya meminta polisi untuk menindaklanjuti kasus tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

"Mendukung aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti kasus tersebut sesuai ketentuan yang berlaku," kata Darwis saat dikonfirmasi, Rabu (1/9).

kumparan post embed

MS mengaku telah membuat laporan dugaan pelecehan seksual ini ke polisi. Namun, dalam sebuah rilis pernyataan yang tersebar tak dijelaskan laporan itu dilayangkan ke mana.

Ilustrasi bullying. Foto: Shutter Stock

Di kesempatan Darwis juga menyatakan akan menindak tegas apabila terduga pelaku terbukti melakukan tindak kekerasan seksual dan bullying terhadap korban.

"Menindak tegas pelaku apabila terbukti melakukan tindak kekerasan seksual dan perundungan (bullying) terhadap korban, sesuai hukum yang berlaku," kata dia.

Sebelumnya, MS mengaku mengalami pelecehan dan bullying selama 2 tahun, tepatnya di tahun 2012 sampai 2014. Berbagai jenis perilaku pelecehan dan intimidasi ia dapatkan selama bekerja di KPI.

Korban menyebut, pelaku pelecehan dan bullying berjumlah lebih dari 1 orang. Mereka disebut korban merupakan pegawai di KPI.

Dalam curahan hatinya yang tersebar di sejumlah whatsapp group, MS menyebut sejumlah nama yang bekerja di beberapa divisi di KPI.

embed from external kumparan