News
·
29 November 2019 10:10

KPK Cegah 1 Saksi Kasus Suap Walkot Medan Dzulmi Eldin ke Luar Negeri

Konten ini diproduksi oleh kumparan
KPK Cegah 1 Saksi Kasus Suap Walkot Medan Dzulmi Eldin ke Luar Negeri (88950)
Ilustrasi Gedung KPK. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
Penyidik KPK mencegah seorang saksi bernama Farius Fendra alias Mak Te selaku wiraswasta ke luar negeri. Pencegahan dilakukan terkait penyidikan kasus dugaan jual beli jabatan Wali Kota Medan nonaktif Dzulmi Eldin (TDE).
ADVERTISEMENT
"KPK telah mengirimkan surat ke Ditjen Imigrasi tentang larangan bepergian ke luar negeri terhadap seorang saksi Farius Fendra," kata juru bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangannya, Jumat (29/11).
Febri menyebut Farius dicegah selama 6 bulan ke depan mulai tanggal 28 November 2019. KPK saat ini masih menyidik kasus yang menjerat Dzulmi Eldin.
"Pencegahan ke luar negeri ini dilakukan dalam penyidikan dengan tersangka TDE, wali kota Medan dalam kasus suap terkait proyek dan jabatan," kata dia.
Farius pernah dijadwalkan pemeriksaan sebagai saksi pada 19 November di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Sumut. Namun ia mangkir.
KPK Cegah 1 Saksi Kasus Suap Walkot Medan Dzulmi Eldin ke Luar Negeri (88951)
Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin berada di kendaraan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (17/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
KPK bahkan pernah memperingatkan agar Farius kooperatif datang dalam pemeriksaan. Penyidik juga pernah menggeledah rumah Farius pada 30 Oktober.
ADVERTISEMENT
Penggeledahan dilakukan bersamaan dengan menggeledah rumah saksi lainnya, yakni Yencel alias Ayen. Dari penggeledahan di kediaman Ayen, KPK menyita sejumlah dokumen beserta barang bukti elektronik.
Dalam kasus ini, Wali Kota Medan nonaktif Dzulmi diduga menerima uang total sebesar Rp 580 juta dari Kepala Dinas PUPR Kota Medan, Isa Ansyari. Uang diduga diberikan dalam beberapa tahap.
KPK menduga salah satu peruntukan uang itu ialah guna menutupi perjalanan dinas Dzulmi pada Juli 2019 yang membengkak. Sebab, Dzulmi diduga melakukan perjalanan dinas ke Jepang dengan mengajak keluarganya, bahkan melebihi batas waktu.
Dzulmi disebut turut membawa istri, kedua anaknya, serta beberapa orang lain yang tak berkepentingan. Kedua anak Dzulmi juga telah diperiksa di Polres Medan terkait perjalanan dinas ke Jepang.
ADVERTISEMENT