KPK Jelaskan Kondisi Mata Novel Baswedan, Bantah Tudingan Rekayasa

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyidik KPK, Novel Baswedan. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Penyidik KPK, Novel Baswedan. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

KPK turut angkat bicara soal tudingan adanya rekayasa terkait penyerangan terhadap Novel Baswedan. Penyidik senior KPK itu dituding menyebarkan berita bohong terkait penyiraman air keras terhadapnya.

Adalah Dewi Tanjung, politikus PDIP, yang menuding Novel terkait hal tersebut. Dewi bahkan melaporkan Novel ke polisi dengan tuduhan itu.

embed from external kumparan

KPK melalui akun resmi twitternya, menjelaskan mengenai kondisi mata Novel. Termasuk upaya membersihkan wajah Novel yang terkena siraman air keras.

Berikut penjelasannya:

KPK menyimak beredarnya informasi-informasi keliru dan bahkan cenderung sebagai penyebaran informasi bohong tentang kondisi mata pegawai KPK Novel.

Agar masyarakat mendapat informasi yang benar, maka KPK perlu menyampaikan kondisi terkini kesehatan mata Novel pasca-penyiraman air keras.

Novel mulai dirawat di Singapore National Eye Centre pada 12 April 2017. Sebelumnya, setelah penyerangan, Novel dilarikan ke RS Mitra Keluarga. Namun langsung dipindahkan ke Jakarta Eye Center karena kemungkinan terjadi luka di kornea mata akibat kimia asam sulfat yang terkandung pada air keras.

Melalui serangkaian perawatan, tim dokter berhasil membersihkan luka bakar di wajah dan membersihkan residu air keras di saluran pernapasan karena terdapat luka bakar di rongga hidung. Proses penyembuhan area luar ini cenderung lebih cepat karena kemampuan regenerasi kulit yang lebih baik.

Kondisi seluruh selaput pelindung kornea mata Novel saat itu terbakar, sehingga opsi yang dilakukan oleh dokter pada saat itu adalah menunggu proses pertumbuhan selaput mata.

Namun pada faktanya, pertumbuhan selaput mata kiri mengalami gangguan pertumbuhan sehingga dilakukan operasi Osteo-odonto-keratoprosthesis (OOKP).

Pada mata kiri, yang dilakukan operasi OOKP, terjadi pendarahan di balik lensa sejak 4 bulan yang lalu. Hal ini mengakibatkan pandangan menjadi gelap dan tidak bisa melihat sama sekali.

Bila kondisi baik, mata kiri menjadi tumpuan penglihatan karena dapat digunakan untuk membaca dengan bantuan lensa kacamata (plus) 4. Namun, dengan sudut pandang penglihatan yang sempit.

Selain itu, saat ini, kondisi mata sebelah kanan Novel pun tidak bisa melihat jelas dan tetap menggunakan hard lens untuk membantu melihat dengan lebih baik.

Pada pertengahan tahun ini, tim TGPF Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel mengungkapkan hasil investigasi tim yang telah berjalan selama 6 bulan.

Salah satunya menyebutkan bahwa zat kimia yang digunakan untuk menyiram wajah Novel ialah asam sulfat (H2S04), zat berkadar larut dan tidak pekat sehingga tidak mengakibatkan luka berat permanen pada wajah Novel.

embed from external kumparan

Hingga saat ini, Novel masih terus menerus melakukan pengobatan untuk penyembuhan mata kiri, baik di Jakarta maupun Singapura.

Hari ini (5/11), sudah lebih dari 2 tahun sejak penyerangan Novel. Sayangnya, posisi Novel yang menjadi korban, justru terus menerus diserang dengan berbagai tuduhan dan informasi bohong.

Kepolisian masih terus mengusut kasus ini dan KPK berharap agar pelakunya segera terungkap.

Penyidik KPK, Novel Baswedan. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan