kumparan
4 Maret 2019 22:36

KPU Jateng Siapkan 115 Ribu Lembar Braille untuk Pemilih Difabel

Ilustrasi Braille
Ilustrasi braille. Foto: Comstock/ThinkStock
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa tengah mulai mendistribusikan ratusan ribu lembar braille untuk digunakan dalam Pemilu 2019. Setidaknya, 115 ribu lembar braille disiapkan KPU Jateng untuk penyandang disabilitas yang akan berpartisipasi dalam pemilihan yang berlangsung 17 April mendatang.
ADVERTISEMENT
"Jumlah braille yang dikirimkan untuk wilayah Jawa Tengah sama persis dengan jumlah tempat pemungutan suara yang terdata saat ini. Yaitu totalnya 115 ribu. Jadinya nanti setiap TPS akan dipasangi braille satu-satu supaya kita dapat mengakomodir para pemilik hak suara yang berasal dari kalangan disabilitas," kata Komisioner Divisi Perencanaan dan Logistik KPU Jawa Tengah Ikhwanuddin kepada wartawan, Senin (4/3).
Menurut Ikhwan, pendistribusian braille sudah dikerjakan oleh petugasnya dalam beberapa hari terakhir. Nantinya, saat hari pencoblosan, petugas KPU di tiap kabupaten/kota hingga tingkat kecamatan dan kelurahan akan mengajak seluruh warga berpartisipasi dengan mendatangi setiap TPS. Termasuk juga bagi pemilih disabilitas.
"Karena yang aktif, yang akan mendapatkan hak suaranya. Sebab, kita tidak mungkin jemput bola ke rumah-rumah yang dihuni disabilitas, mengingat jumlah petugas kita masih kurang," ungkap Ikhwan.
Surat Suara, Pemilu 2019
Sejumlah petugas melipat surat suara presiden dan wakil presiden Pemilu 2019 di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Barat, Selasa (19/2). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Hingga saat ini, ia menyebut sudah ada 25 daerah di Jateng yang telah mendapatkan logistik kotak suara. Sementara untuk kotak suara diakuinya sudah 100 persen dikirim ke setiap daerah.
ADVERTISEMENT
KPU Jateng terus berupaya memaksimalkan pengiriman surat suara bagi daerah yang belum mendapatkannya. Ikhwan menargetkan akhir Maret mendatang seluruh kabupaten/kota di Jateng sudah menerima surat suara.
"Setelah itu baru bisa dilakukan penyortiran surat suara oleh KPU yang dibantu dengan tenaga-tenaga penyortir yang direkrut dari setiap wilayah," kata dia.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Semarang Muhammad Amin mengakui pihaknya terus berupaya aktif melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat, termasuk para penyandang disabilitas.
"Di wilayah kami, jumlah pemilih disabilitasnya hanya ada sedikit. Cuma kurang lebih 10 ribu orang saja. Mereka sudah masuk DPT dan berhak menggunakan hak suaranya saat coblosan tanggal 17 April," katanya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan