Kriminal Jabodetabek: Cupang Diincar Pencuri; 7 Jambret HP Diringkus Polisi

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi diborgol. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi diborgol. Foto: Getty Images

Peristiwa kriminal selalu terjadi di setiap sendi kehidupan masyarakat kota besar. Tak terkecuali Jabodetabek.

Kumparan telah merangkum beberapa berita kriminal yang terjadi sepanjang Senin (9/11). Beberapa yang menarik adalah peristiwa pencuri yang mulai mengincar cupang, hingga pria yang tega menghamili remaja 16 tahun dan dibawa kabur ke Mojokerto. Berikut rangkumannya:

Setelah Pesepeda, Kini Ikan Cupang Jadi Sasaran Kejahatan

Kejahatan mulai mengincar hobi ikan cupang yang kini tren. Salah satu peristiwa terjadi di Pasar Ikan Jatinegara. Dua orang pencuri tertangkap warga di pasar tersebut, saat mencoba mencuri ikan cupang.

instagram embed

Namun, peristiwa tersebut belum ditangani oleh kepolisian, karena belum ada laporan masuk.

Terkait hal itu, Wakapolres Jakarta Timur AKBP Stefanus Tamuntuan mengatakan, polisi masih menunggu laporan dari warga. Sejauh ini laporan belum masuk.

“Belum ada laporan kayaknya. Enggak lapor, mungkin ke Polsek,” kata Stefanus lewat pesan singkatnya, Senin (9/11).

Stefanus mengimbau agar terduga pelaku yang diamankan dilaporkan ke kepolisian. Hal itu untuk penyelidikan lebih lanjut.

Polisi Ringkus 7 Jambret yang Keroyok Korbannya dan Rampas HP di Tanjung Priok

Tujuh Orang jambret ditangkap polisi akibat mengeroyok seorang korban, MPW (30), yang tengah melintas di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ketujuh orang yang diringkus adalah MI (25), IE (21), S (22), MA (18), U (31), D (30), dan seorang lainya AB yang masih buron.

Konferensi Pers kasus penjambretan Handphone di Polsek Tanjung Priok. Foto: Dok. Polres Jakarta Utara

Mereka mengeroyok MPW dan mencoba merampas barang milik MPW.

"Kasih aja, dari pada dibacok lu' kemudian tersangka MI dan D menggeledah saku celana korban dan berhasil mendapatkan 1 unit HP dan uang tunai Rp 600 ribu," kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Sudjarwoko, Senin (9/11).

Setelah mengambil barang korban, para tersangka membiarkan si korban pergi. Setibanya di rumah, korban menceritakan kejadian penjambretan tersebut ke keluarganya lalu melapor ke Polsek Tanjung Priok.

Penipu Cabul Bajak Nomor WA Budi, Lalu Video Call Bugil dengan Kontak Perempuan

Pembajakan WhatsApp dialami Budi (36). Budi, yang bekerja sebagai karyawan di perusahaan makanan di Kota Tangerang mengalami kejadian hal tersebut.

Nomornya dibajak, untuk mengajak video call bugil rekannya dan meminta uang sebesar jutaan rupiah.

"Beberapa teman perempuan saya, saudara saya, staf yang perempuan, tetangga juga di-video call dengan gambar porno. Jadi dia menunjukkan kemaluannya. Wajahnya sih enggak kelihatan hanya kemaluannya saja," ujar Budi.

Logo WhatsApp di baju. Foto: Rupak De Chowdhuri/Reuters

"Istri saya di rumah sampai dilabrak tetangga saya karena dianggap saya melakukan video call tak senonoh ke istrinya. Tapi setelah dijelaskan untungnya tetangga mengerti," sambungnya.

Budi sudah melaporkan peristiwa ini kepada polisi namun tidak ditanggapi.

Walau kecewa laporan tak diterima, Budi menuruti saran polisi. Dia mengumumkan di Facebook dan akun Instagramnya. Dia juga mengontak semua kenalannya soal nomor WA dia yang dibajak.

"Saya berharap pelaku dibekuk sebenarnya," tutup dia mengakhiri perbincangan.

Pria Hamili Remaja 16 Tahun, lalu Bawa Kabur Korban ke Mojokerto

Polda Metro Jaya menangkap seorang pria berinisial AAB di Mojokerto, Jawa Timur. Pelaku ditangkap karena menghamili dan membawa kabur anak di bawah umur.

Konferensi pers pengungkapan kasus penculikan dan pemerkosaan anak, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (9/11). Foto: Youtube/humaspmj

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pelaku memperkosa anak berusia 16 tahun hingga hamil. Karena khawatir ketahuan, tersangka mengajak korban lari ke Mojokerto, Jawa Timur.

“Pelaku mengakui menyetubuhi anak sebanyak 4 kali dari mulai Juli hingga Agustus. Mengakibatkan korban hamil,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (9/11).

“(Korban) menyampaikan ke tersangka. Si tersangka (panik) malah mengajak lari si korban ke Mojokerto,” tambah Yusri.