Kriminal Jabodetabek: Pembunuh Guru Ngaji Ditangkap hingga Penembakan Pesantren

Kasus kriminal masih menghiasi pemberitaan dan menjadi sorotan di tengah pandemi corona. Sepanjang Rabu (4/11) kemarin, sejumlah kasus kriminal di Jabodetabek masih terjadi. Termasuk juga pengembangan dari perkara-perkara sebelumnya.
Mulai dari ditangkapnya pelaku pembunuhan guru ngaji Bunda Maya di Kecamatan Cibinong hingga penembakan pesantren di Bekasi.
Selain itu, ada kabar terkait rencana kepulangan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab pekan depan.
Berikut kumparan rangkum beberapa berita kriminal Jabodetabek sepanjang Rabu (4/11):
Menanti Kepulangan Habib Rizieq Syihab
Wacana kepulangan Habib Rizieq Syihab dari Arab Saudi sudah berulang kali mencuat, namun tak pernah ada yang terealisasi. Rizieq meninggalkan Indonesia pada pertengahan 2017.
Terbaru, Rizieq menyatakan bakal pulang ke Indonesia pada 10 November mendatang.
"Insyaallah saya dan keluarga hari Senin tanggal 9 November pukul 19.30 waktu Saudi akan terbang dari Jeddah ke Jakarta dengan pesawat Saudi Airlines," kata Habib Rizieq melalui siaran langsung dari Arab Saudi dari kanal YouTube Front TV.
Setibanya di Indonesia, Rizieq akan beristirahat dulu di kediamannya di kawasan Petamburan. Lalu keesokan harinya ia akan mengikuti salat Subuh berjemaah dan peringatan Maulid Nabi Muhammad di Tebet, kemudian menuju Pesantren Alam dan Agrokultural Markas FPI di Megamendung, Bogor.
Pada Sabtu (14/11), Rizieq akan menikahkan anak keempatnya, Najwa.
Kabar kepulangan Rizieq ini disambut baik oleh Persatuan Alumni (PA) 212. Ketua PA 212 Slamet Maarif mengungkapkan pihaknya akan menyambut kedatangan Rizieq selayaknya orang baru pulang naik haji.
“Insyaallah, kita akan sambut di bandara seperti kita sambut kepulangan jemaah umrah atau jemaah haji,” ungkap Slamet.
Sementara itu, polisi menegaskan tak akan memberikan pengamanan khusus atas kepulangan Rizieq yang akan tiba di Bandara Soetta.
"Ya pertama kalau dia pulang ya silakan saja. Kalau memang mau pulang. Pengamanan khusus tidak ada. Sama saja seperti biasa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.
Namun, jika massa penyambutan Rizieq membeludak, maka polisi akan membantu mengatur arus lalu lintas.
"Kalau memang nanti ramai ya kita akan turun bantu pengamanan lalu lintasnya kalau massanya ramai, situasional nanti. Yang penting mereka bisa tahu aturan," ujar Yusri.
Penembakan Pesantren di Bekasi
Penembakan terjadi di Pondok pesantren kawasan Bulak Kapal, Bekasi Timur, Sabtu (31/10). Kaca jendela di gedung itu rusak karena terkena peluru senapan angin.
"Itu kejadian tanggal 31 (Oktober), jam sembilan dilaporkan ke kami karena pihak sekolah menemukan jendela yang rusak," tutur Kapolsek Bekasi Timur Kompol Sutoyo.
Dari lokasi kejadian, polisi mendapatkan sejumlah barang bukti seperti peluru dari senapan angin.
Polisi mengecek ke sejumlah rumah yang ada di sekitar pesantren untuk mencari pelaku penembakan. Hasilnya, ada satu penghuni kontrakan yang memiliki senapan angin. Pelaku kemudian diamankan ke kantor polisi.
Menurut Sutoyo, pelaku tidak berniat untuk merusak pesantren tersebut. Hanya saja pantulan peluru dari senapannya mengenai jendela.
"Enggak ada niat apa-apa dia. Cuma iseng nyoba-nyoba sasarannya juga tembok sebenarnya," ujar Sutoyo.
Kasus ini pun akhirnya berakhir damai. Pelaku dibebaskan usai didamaikan oleh kepolisian. Namun, senjata senapan anginnya disita agar kejadian serupa tidak terulang.
"Malam itu juga pelaku kita tangkap. Kita bawa ke polsek dan dipertemukan dengan pihak sekolah. Pelaku minta maaf, pihak sekolah menerima. Berakhir damai," jelasnya.
Pembunuh Guru Ngaji Bunda Maya Terungkap
Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap guru ngaji Athiqotul Mahya alias Bunda Maya (28), yang ditemukan tewas di sumur belakang rumahnya di Kampung Citatah Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Korban dibunuh pada Minggu (1/11).
Kapolsek Cibinong AKP I Kadek Vemil mengatakan pelaku bernama Kuntaryo. Pelaku tak lain adalah suami dari pembantu korban, Siti.
"Iya pelaku sudah ditangkap saat ini ditahan sementara di Polsek. Dalam kurun waktu 26 jam kami berhasil mengungkap pelaku pembunuhan Bunda Maya," kata Vemil.
Motif pembunuhan dilatarbelakangi sakit hati. K sakit hati sering ditagih utang oleh Bunda Maya senilai Rp 1 juta.
"Tersangka dekat sama korban jadi si tersangka tersebut pinjam uang senilai satu juta. Jarak rumah korban sama rumah pelaku itu cuman 100 meter," tutur dia.
Berdasarkan hasil autopsi, ditemukan luka robek dan hantaman benda tumpul di salah satu bagian jasad korban.
"Pelaku lalu menginjak dan menendang bagian kepala dan leher korban hingga gigi bagian depan korban patah. Setelah korban mengalami keadaan sekarat, lalu pelaku memasukkan korban ke dalam sumur," jelas Vemil.
Pembunuhan Bunda Maya ini masuk dalam kategori pembunuhan berencana. Sebab, Kuntaryo merencanakan pembunuhan itu sejak pertengahan Oktober 2020.
Pembunuh PSK di Bekasi Ditangkap
Kasus pembunuhan seorang PSK berinisial SS di Kota Bekasi berhasil terungkap. Pelaku diketahui bernama Bayu Bani Adam (29) yang merupakan pelanggan dari PSK tersebut.
Pembunuhan itu terjadi di Jalan H Jamal, Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (25/10). Wakapolres Bekasi Kota, AKBP Alfian Nurrizal, mengatakan usai membunuh SS, BBA sembunyi di rumah ayah tirinya.
"Kaburnya ke keluarganya yaitu bapak tirinya," kata Alfian.
Tempat persembunyian BBA diketahui setelah istrinya melapor ke polisi. Laporan itu langsung ditindaklanjuti dan pelaku kemudian ditangkap.
"Pelaku menghubungi istrinya dan tentunya istrinya melapor pada kami. Dan kami langsung menangkap pelaku tersebut," tuturnya.
Bayu membunuh SS untuk mengincar hartanya usai tergiur dengan uang yang dimiliki korban. Ia pun melancarkan aksinya usai berhubungan badan dengan SS.
"Pelaku melakukan sebuah pemaksaan yaitu membekap tutup mulut untuk menanyakan di mana uang disimpan di dalam dompet tersebut. Namun korban tidak menjawab sehingga akhirnya gelap mata melakukan penusukan, yang pertama ada luka di bagian leher sebelah kiri dan perut sebelah kiri," jelas Alfian.
Bayu menusuk korban dengan pisau lipat sepanjang 10 sentimeter. Setelah korban tewas, Bayu lalu memeriksa lemari tempat korban menyimpan dompetnya, namun tidak menemukannya. Ia pun memilih kabur.
Pelaku Jambret di Danau Sunter Ditangkap
Kasus penjambretan seorang perempuan di Jalan Danau Sunter Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara, berhasil diungkap polisi. Pelaku yang sempat viral usai terekam CCTV saat beraksi ini diamankan oleh Unit Jatanras Polres Metro Jakarta Utara.
Tersangka berinisial ILS (35). Polisi terpaksa menembak kaki kanannya karena ILS berusaha kabur saat akan diamankan.
Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Sudjarwoko mengatakan, pelaku ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian. Penjambretan sendiri terjadi pada Minggu (1/11).
"Dari hasil patroli siber, maka kami dari Polres Metro Jakarta Utara unit Jatanras yang dipimpin oleh AKP Feby langsung melakukan penyelidikan terkait kasus penjambretan tersebut. Dan alhamdulillah bisa dilakukan penangkapan dalam waktu yang cukup cepat," kata Sudjarwoko.
Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, penjambretan pada Minggu kemarin bukanlah yang pertama kali dilakukan ILS. Tersangka mengaku sudah 11 kali beraksi dan baru kali ini tertangkap.
"Lokasinya 7 di Kelapa Gading dan 4 di Danau Sunter," ucap Sudjarwoko.
Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya sepeda motor yang digunakan pelaku, helm, 20 HP berbagai merek dan rekaman CCTV.
