Kriminolog soal Yasonna: Kejahatan Bisa dari Elite, White Collar Crime

Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly menilai kriminalitas merupakan bagian dari masalah sosial. Menurutnya, tak sedikit kriminalitas yang datang dari produk kemiskinan.
Yasonna lalu memberikan contoh kejahatan di Jakarta dengan membandingkan dua daerah; kawasan pelabuhan Tanjung Priok dan kawasan elite Menteng. Menurutnya, kejahatan lebih mudah terjadi di Tanjung Priok yang memiliki titik daerah kumuh.
Menanggapi ini, Kriminolog UI, Muhammad Mustofa, menilai kawasan pinggiran memang relatif lebih rawan kejahatan jalanan dibandingkan kawasan elite. Pasalnya, daerah elite biasanya memiliki kemampuan melindungi diri dengan menyewa petugas keamanan.
"Untuk kejahatan jalanan, karena di Menteng lebih diperhatikan oleh polisi dan kemampuan melindungi diri dengan menyewa satpam yang lebih tinggi dibandingkan Tanjung Priok," kata Mustofa kepada kumparan, Jumat (17/1).
"Di Priok, kejahatan jalanan lebih mudah dilakukan karena targetnya lebih rendah, perhatian polisi lebih rendah untuk melindungi kelas yang lemah," imbuhnya.
Namun, kata dia, kejahatan tetap bisa berasal dari wilayah elite. Menurutnya, wilayah elite tersebut lebih berpotensi melahirkan kejahatan-kejahatan elite.
"Untuk white-collar crime (kerah putih) atau kejahatan-kejahatan kelas atas, lebih mungkin dilakukan oleh orang Menteng dibandingkan oleh orang Tanjung Priok. Kurang lebih begitu," pungkas Mustofa.
Pernyataan Yasonna sebelumnya disampaikan dalam acara deklarasi resolusi permasyarakatan 2020 di Lapas Narkotika IIA, Jakarta Timur, Kamis (16/1). Menurutnya, kejahatan banyak terjadi di kawasan menengah ke bawah.
“Crime tidak terjadi dalam social fatigue. Crime is a social product, crime is a social problems,” kata Yasonna dalam sambutannya dalam Deklarasi Resolusi Permasyarakatan 2020 di Lapas Narkotika IIA, Jakarta Timur, Kamis (16/1).
“Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah miskin. Slum area, bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak (banyak kriminalitas). Tapi coba Anda pergi di Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan," ucap Yasonna.
