Krisis Virus Corona, Pemprov Aceh Tanggung Logistik Mahasiswa di Wuhan

Sebanyak 12 mahasiswa asal Aceh di Kota Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, China, mendapatkan bantuan Rp 50 juta dari Pemerintah Provinsi Aceh untuk kebutuhan logistik. Mahasiswa di sana sempat khawatir stok makanan menipis dan harga kebutuhan pokok mendadak naik karena virus corona.
Salah seorang mahasiswa Aceh di Wuhan, Alfi Rian, mengatakan kondisi mereka saat ini masih dalam keadaan baik dan aman. Mereka akan menggunakan uang Rp 50 juta itu itu untuk belanja kebutuhan pokok di sana.
"Alhamdulillah soal stok makanan saat ini tidak terlalu khawatir. Karena Pemerintah Aceh sudah mengirim bantuan, agar dapat memesan makanan yang higienis,” ujar Alfi, Senin (27/7).
Alfi mengatakan, kondisi 12 mahasiswa Aceh di Kota Wuhan dalam keadaan sehat. Mereka tidak dikarantina, namun memilih menetap di dalam kamar masing-masing mengindari virus corona.
“Kita semua masih dalam keadaan stabil dan baik-baik saja. Artinya kita untuk sementara masih memilih bertahan diri di kamar,” ujarnya.
Sementara itu, juru bicara pemerintah Provinsi Aceh, Saifullah Abdul Gani, menyebutkan Pemerintah Provinsi Aceh sudah menanggung biaya logistik terutama kebutuhan hidup mahasiswa, selama krisis kesehatan akibat wabah virus corona yang sampai saat ini belum berhasil diatasi di China.
“Sebelumnya mahasiswa di sana mengaku khawatir kehabisan bahan makanan, yang stoknya terus menipis di Kota Wuhan,” kata Saifullah.
Menurut laporan Alfi, kata Saifullah, kondisi mahasiswa Aceh di Wuhan, masih bisa berbelanja. Di sana, ada toko yang buka di dekat kediaman mereka. Namun harga kebutuhan bahan pokok di kota itu terus melonjak naik.
Menanggapi laporan Alfi, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah meminta mahasiswa di sana tidak perlu khawatir. Sebab, pemerintah akan menanggung biaya hidup mereka selama wabah virus corona belum dapat diatasi Pemerintah China.
“Pak Nova langsung minta nomor rekening bank yang ada ATM-nya milik Alfi Rian, supaya uang bisa langsung diambil untuk membeli kebutuhan pokok bersama teman-temanya di Kota Wuhan,” sebut Saifullah.
"Semua kebutuhan mahasiswa Aceh di Kota Wuhan atau kota lainnya yang dilanda wabah virus corona ditanggung Pemerintah (Provinsi) Aceh, agar mereka dapat bertahan selama situasi krisis kesehatan itu," tambahnya.
