Kronologi Pembunuhan Angela: Hilang 2019, Ditemukan Termutilasi 2022

kumparanNEWSverified-green

Β·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Angela Hindriati Wahyuningsih (54) wanita yang termutilasi di kamar kos Bekasi. Foto: Instagram @shineatie
zoom-in-whitePerbesar
Angela Hindriati Wahyuningsih (54) wanita yang termutilasi di kamar kos Bekasi. Foto: Instagram @shineatie

Misteri hilangnya Angela Hindriati Wahyuningsih (54), akhirnya terungkap setelah 3 tahun. Wanita yang telah lama bercerai itu ditemukan dalam kondisi termutilasi dalam sebuah rumah kontrakan, di kawasan Tambun, Bekasi, Jawa Barat, 30 Desember 2022 lalu.

M Ecky Listiyanto (34) ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Belum diketahui motif mutilasi tersebut, saat ini polisi masih memeriksa Ecky.

Sebelum dinyatakan tewas, Angela sempat menghilang hingga pihak keluarga melaporkannya ke polisi.

Berikut kronologi hilangnya Angela hingga akhirnya ditemukan tak bernyawa pada akhir Desember 2022 dan terkuak pada Januari 2023.

24 Juni 2019

Angela Hindriati Wahyuningsih dinyatakan hilang di Bandung, Jawa Barat. Foto: Dok. Istimewa

Angela Hindriati Wahyuningsih yang ber-KTP Karanganyar, Jateng, dinyatakan hilang oleh keluarganya sejak 24 Juni 2019. Ia diketahui terakhir kali menginap di Hotel Grand Cordela, Kota Bandung, Jawa Barat, untuk perjalanan dinas.

Saudara Angela, Turyono Wahadi, menuturkan, kakaknya tersebut berangkat ke Bandung dalam rangka pekerjaan. Tidak ada hal aneh yang diceritakan Angela saat terakhir berkomunikasi pada 23 Juni. Angela diketahui sehari-hari tinggal di sebuah apartemen di Jakarta.

β€œDia berangkat ke Bandung dalam rangka kerjaan oleh perusahaan swasta, kami sudah melapor ke SPKT Polda Jawa Barat,” kata Turyono kepada kumparan, Selasa (30/7).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko saat itu menggambarkan sosok Angela berperawakan tinggi 150 sentimeter, kulit putih, rambut coklat kehitaman, berkaca mata, dan berat badan 50 kilogram.

Akhir bulan Juni, Angela bertugas ke Kota Bandung tanpa sepengetahuan keluarganya.

"Korban akhir bulan Juni melaksanakan tugas kantor ke Bandung, pada tanggal 24 Juni 2019 korban ke luar dari Hotel Grand Cordela Kota Bandung tanpa sepengetahuan keluarga dan sampai saat ini belum diketahui keberadaannya," jelas Truno.

kumparan post embed

31 Juli 2019

Hotel Grand Cordela, hotel yang diduga tempat menginap Angela Hindriati di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Angela terakhir kali terpantau sempat menginap di Hotel Grand Cordela, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung.

Manajer Umum Hotel Grand Cordela, Irvi, membenarkan bahwa Angela sempat menginap di hotel tersebut. Menurut dia, Angela check out secara normal pada bulan Juni lalu setelah menginap selama satu malam di hotel tersebut.

"Check out normal bulan Juni. Satu malam doang di sini," kata Irvi saat ditemui di tempat kerjanya, Rabu (31/7).

Hotel Grand Cordela, hotel yang diduga tempat menginap Angela Hindriati di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Irvi memastikan tidak ada pesan atau barang apa pun yang tertinggal di kamar yang ditempati oleh Angela.

Irvi menuturkan, keluarga Angela telah mendatangi hotel pada tanggal 27 Juli untuk meminta keterangan. Dia memastikan, pihaknya telah memberi keterangan secara lengkap.

"Enggak ada (pesan) sama sekali," ujar Irvi.

Setelah laporan kehilangan yang didaftarkan ke polisi ini pada 2019, tidak ada berita tentang Angela pada tahun 2020 dan 2021.

Senin, 26 Desember 2022

Ellyzar Zachra alias Acha, seorang wanita warga Bekasi, membuat laporan ke Polsek Bantargebang karena suaminya yang bernama M Ecky Listiyanto tidak pulang sejak pamit pergi ke bank pada Jumat, 23 Desember 2022. Acha khawatir terjadi hal yang membahayakan pada suaminya karena sedang sakit asam lambung.

Kamis, 29 Desember 2022

Resmob Unit 4 Polda Metro Jaya menindaklanjuti laporan orang hilang dari Polsek Bantargebang pada Kamis (29/12) sekitar pukul 23.00 WIB. Penyelidikan mengarah ke sebuah kontrakan di Tambun Selatan, Bekasi.

Jumat, 30 Desember 2022

Potret container box berisi mayat perempuan tanpa identitas yang ditemukan di sebuah rumah kontrakan di Kampung Buaran RT 01/12, Desa Lambangsari, Tambun Selatan, Bekasi dalam kondisi termutilasi. Foto: Dok. Istimewa

Polisi membeberkan penemuan potongan jasad yang disimpan di sebuah kontainer plastik sebuah rumah kontrakan, kawasan Kampung Buaran RT 01/12, Desa Lambangsari, Tambun Selatan, Bekasi.

Mayat tersebut ditemukan sudah dalam kondisi termutilasi pada Jumat (30/12/2022) sekitar pukul 03.23 WIB. Setelah menyelidiki, polisi memastikan mayat tersebut merupakan korban pembunuhan.

Tak cuma menemukan jasad, polisi juga menangkap M Ecky Listiyanto β€” yang dilaporkan istrinya hilang sejak 23 Desember 2022 setelah pamit pergi ke bank β€” dan dicurigai menjadi pelaku pembunuhan.

M Ecky Listiantho (34) tersangka pembunuh Angela Hindriati. Foto: Dok. Istimewa

Sabtu, 31 Desember 2022

Dari hasil penyelidikan sementara, jasad dipotong menjadi beberapa bagian menggunakan gergaji listrik.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengungkapkan, dugaan itu muncul dari hasil penyelidikan pada tulang korban yang terlihat bergerigi.

"Ada beberapa hal yang identik dengan hasil penyelidikan kita, misalnya bahwa ini tidak dipotong dengan menggunakan golok. Ternyata benar dari kedokteran forensik awal ternyata kita lihat tulangnya bergerigi," ungkap dia.

kumparan post embed

Kamis, 5 Januari 2023

Beberapa hari kemudian, muncul dugaan bahwa korban pembunuhan itu bernama Angela Hindriati Wahyuningsih.

Untuk membuktikan itu, polisi membongkar makam (ekshumasi) Anna Laksita Leialoha, di TPU Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Kamis (5/1).

Anna merupakan anak dari Angela Hindriati Wahyuningsih (54). Anna meninggal dunia usai jatuh dari apartemen Rasuna, Kuningan, Jakarta Selatan, pada 2018, pada usia 15 tahun.

"Ya, betul (ada ekshumasi makam Anna)," ujar Turyono, paman Anna sekaligus adik dari Angela, saat dikonfirmasi kumparan, Kamis (5/1).

Turyono menjelaskan, polisi menggali makam keponakannya itu guna mengumpulkan sampel DNA untuk diuji dengan jasad korban mutilasi yang diduga Angela.

Meski demikian, Turyono belum dapat memastikan bahwa korban pembunuhan itu adalah adiknya. Proses penyelidikan masih dilakukan oleh polisi.

"Belum bisa dipastikan, masih tunggu hasilnya dulu," kata Turyono.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi. Foto: Humas Polda Metro Jakarta Pusat

Polisi tengah menunggu pemeriksaan forensik untuk memastikan apakah identitas mayat wanita yang ditemukan dalam boks kontainer tersebut adalah Angela atau bukan.

"Saat ini sedang melakukan pemeriksaan sero biomolekuler untuk memastikan identitas mayat. Kalau identitas mayat sudah firm, maka kami akan memberikan penjelasan lanjutan secara komprehensif," kata Kombes Hengki.

Dikarenakan kondisi mayat yang diperkirakan sudah lama, hal ini membuat polisi sedikit mengalami kesulitan dalam proses identifikasi.

"Jenazah ini diperkirakan lama, oleh karenanya tingkat kesulitan cukup tinggi. Perlu ketelitian dan kehati-hatian," jelas Hengki.

"Kita tidak boleh hanya bergantung kepada pengakuan tersangka," sambungnya.

Jumat, 6 Januari 2023

Angela Hindriati Wahyuningsih (54) wanita yang termutilasi di kamar kos Bekasi. Foto: Instagram @shineatie

Polisi akhirnya memastikan bahwa jasad termutilasi itu adalah Angela Hindriati Wahyuningsih yang dilaporkan hilang sejak 2019.

Jasad berhasil teridentifikasi berkat teknologi sero biomolekuler yang digunakan tim Forensik Polri. Proses ekshumasi yang dilakukan di makam Anna akhirnya memastikan identitas potongan tubuh tersebut sebagai Angela.

Ditemukan pula fakta bahwa Angela dibunuh pada bulan November 2021 oleh tersangka Ecky. Usai dibunuh hingga ditemukan, jasad Angela disimpan di dalam boks kontainer di rumah kontrakan tersebut.

"Pembunuhan diduga terjadi pada bulan November 2021. Dan selama kurun waktu kurang lebih 1 tahun 1 bulan, jenazah disimpan di TKP (kos-kosan tersangka) yang juga sering digunakan tersangka apabila tidak berada di rumahnya," ungkap Hengki.

Ecky yang berusia 34 tahun juga ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, belum diketahui motif pria tersebut memutilasi Angela.

Juga belum diketahui ke mana saja Angela setelah dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak 24 Juni 2019.

Hengki akan menyampaikannya saat jumpa pers mendatang selengkapnya.

"Nanti saat rilis kita sampaikan lengkap, ya," ujar Hengki.

kumparan post embed