Kunjungi Tanjung Lesung, Susi Pudjiastuti Kenang Tsunami Selat Sunda

16 November 2019 12:35 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Susi Pudjiastuti (kedua kanan) di Pantai Tanjung Lesung, salah satu lokasi terdampak Tsunami Selat Sunda 22 Desember 2018. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Susi Pudjiastuti (kedua kanan) di Pantai Tanjung Lesung, salah satu lokasi terdampak Tsunami Selat Sunda 22 Desember 2018. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
ADVERTISEMENT
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bertolak menuju Pandeglang, Banten, Sabtu (16/11). Salah satu lokasi yang dikunjunginya adalah Pantai Tanjung Lesung.
ADVERTISEMENT
Lokasi tersebut pada 22 Desember 2018 terdampak tsunami Selat Sunda. Bencana tersebut menewaskan 437 orang, termasuk tiga personel band Seventeen. Tak hanya Pandeglang, Banten, tsunami itu sampai hingga ke Lampung.
Susi mengenang saat peristiwa itu terjadi. Ketika kejadian tersebut terjadi, dirinya menerima pesan dari nelayan yang memastikan telah terjadi tsunami.
“Waktu itu saya dapat SMS dari nelayan. Jam 7 (malam) itu nelayan sudah memastikan tsunami,” ujar Susi di Pantai Tanjung Lesung, Sabtu (16/11).
Susi Pudjiastuti di Pantai Tanjung Lesung, salah satu lokasi terdampak Tsunami Selat Sunda 22 Desember 2018. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
Akan tetapi, peristiwa tersebut sempat diwarnai perbedaan informasi. BMKG awalnya mengeluarkan pernyataan tidak terjadi tsunami.
Namun, Susi meyakini telah terjadi tsunami. Selain dari nelayan, ia juga mendapat kabar yang sama dari Pemimpin Redaksi kumparan, Arifin Asydhad, yang saat itu tengah berada di Pandeglang.
ADVERTISEMENT
“BMKG bilang enggak ada tsunami, makanya Arifin marah, ‘saya sudah bilang ada tsunami’,” tutur Susi.
“Waktu itu dia bilang ada tsunami, saya percaya,” sambungnya.
Pantai Tanjung Lesung, salah satu lokasi terdampak Tsunami Selat Sunda 22 Desember 2018. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
kumparan saat itu menjadi media pertama yang memberitakan terjadinya tsunami Selat Sunda. Sedangkan BMKG yang awalnya menyatakan tidak terjadi tsunami, hanya air pasang yang disebabkan oleh purnama, meralat pernyataannya.
Susi berkunjung ke Pandeglang untuk membagikan 5 unit kapal tangkap ke ikan ke nelayan. Ia berangkat dari Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menuju Pandeglang menggunakan pesawat Susi Air sekitar pukul 9.00 WIB.