Lebih 1 Juta Jemaah Salat Jumat di Masjidil Haram setelah Pembatasan Dicabut
·waktu baca 2 menit

Suasana Masjidil Haram mendekati normal setelah mayoritas pembatasan protokol COVID-19 dicabut pada 5 Maret 2022. Pada Jumat (11/3) saja lebih dari satu juta jemaah mengikuti salat Jumat. Ini merupakan Jumatan perdana setelah pencabutan pembatasan.
“Lebih dari satu juta orang salat Jumat di Masjidil Haram, Makkah, setelah pencabutan tindakan pencegahan,” ungkap Jubir Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Arab Saudi seperti dikutip dari Haramain Sharifain.
Berdasar siaran televisi Alekhbariya, pada Jumat pagi, lautan jemaah tampak memenuhi area Mataf di sekitar Ka’bah untuk menunaikan Tawaf (mengelilingi Ka'bah 7 putaran berlawanan arah jarum jam).
Saat salat Jumat digelar, jemaah yang berada di Mataf — area tanpa atap yang bersinggungan langsung dengan terik Matahari— juga terlihat melimpah.
Di barisan depan merupakan saf-saf bagi kaum pria berbaju ihram warna putih, sedangkan kaum wanita yang mayoritas mengenakan pakaian warna hitam berada di bagian belakang.
Sedangkan jemaah lainnya memenuhi bagian dalam masjid yang terlindungi dari sinar Matahari, koridor, halaman, dan ruang-ruang ibadah lainnya.
Sebelum pandemi, Masjidil Haram sedikitnya bisa menampung 2,5 juta jemaah.
Berikut ini foto-foto salat Jumat perdana setelah pencabutan pembatasan:
Masuk Masjidil Haram Tak Perlu Izin
Arab Saudi mengumumkan pencabutan pembatasan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pada Sabtu (5/3) malam.
Dengan adanya kebijakan itu, maka tidak diperlukan lagi izin/permit via aplikasi untuk salat di Dua Masjid Suci. Jemaah juga tidak perlu menunjukkan status vaksinasinya.
Jemaah umrah dari luar negeri juga tidak perlu karantina, tidak perlu menunjukkan status vaksinasi, dan tidak perlu menunjukkan hasil negatif swab PCR.
Salat berjemaah juga tak lagi jaga jarak. Namun, jemaah tetap wajib memakai masker.
