Letjen Dudung: Hindari Fanatik, Semua Agama Benar di Mata Tuhan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman memberi sambutan saat berkunjung ke Batalyon Zipur 9 Kostrad. Foto: Dok. Kostrad
zoom-in-whitePerbesar
Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman memberi sambutan saat berkunjung ke Batalyon Zipur 9 Kostrad. Foto: Dok. Kostrad

Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman melakukan kunjungan kerja ke Batalyon Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat, Senin (13/9).

Dikutip dari laman resmi Kostrad, kostrad.mil.id, Selasa (14/9), Dudung meminta prajuritnya untuk cermat menyikapi informasi yang beredar baik di berita maupun di media sosial. Dudung juga menekankan agar bijak dalam bermain media sosial.

Selain itu, Dudung mengatakan, agar prajuritnya menghindari fanatisme yang berlebih terhadap suatu agama. Sebab, kata dia, semua agama sama di mata Tuhan.

kumparan post embed

Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai dengan aturan yang berlaku bagi prajurit. Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar di mata Tuhan.

--Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman

Dudung meminta kepada seluruh prajuritnya untuk selalu bersyukur dengan apa pun pangkat yang didapatkan.

Kunjungan kerja Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman ke Batalyon Zipur 9 Kostrad. Foto: Dok. Kostrad

“Sebagai prajurit, kita harus bersyukur dengan kondisi keluarga saat ini masih diberikan kesehatan, bersyukurlah mempunyai istri apa pun bentuknya, karena itu semua adalah pilihan kita,” imbuhnya.

Lebih lanjut mantan Pangdam Jaya ini menekankan dalam setiap melaksanakan latihan atau pun tradisi masuk satuan harus profesional dan proporsional.

Kunjungan kerja Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman ke Batalyon Zipur 9 Kostrad. Foto: Dok. Kostrad

“Laksanakanlah pembinaan tradisi kepada prajurit yang baru masuk secara keras sesuai aturan, tetapi bukan kasar. Karena tujuan dari tradisi satuan adalah untuk membangun kebanggaan dan jiwa korsa tanpa kekerasan maupun tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan satuan,” ujarnya.

Terakhir, Dudung juga berpesan kepada seluruh prajurit Batalyon Zipur 9 Kostrad untuk menjadi prajurit Kostrad yang selalu menjadikan tugas sebagai tujuan utama dan selalu di cintai rakyat dan menjaga kehormatan di mana pun bertugas.

Nama Dudung belakangan santer digadang-gadang menjadi calon kuat KSAD pengganti Jenderal Andika Perkasa. Sebab, Andika Perkasa juga tengah masuk bursa Panglima TNI bersama KSAL Laksamana Yudo Margono.

embed from external kumparan