Luhut soal COVID Meningkat: Belum Vaksin-Varian Baru, Peluang Kena Lebih Tinggi
ยทwaktu baca 2 menit

Kasus COVID-19 di Indonesia kembali meningkat karena kemunculan subvarian baru Omicron XBB. Angka pasien yang dirawat di rumah sakit juga meningkat dari 2.000 orang menjadi 5.000 orang.
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, dari data yang didapatnya, kasus positif 30 persen lebih karena mereka belum vaksin. Begitu juga dengan pasien dirawat dan meninggal.
"COVID saya baru dapat data dari Menkes, banyak COVID yang kena 30 persen atau lebih karena yang belum vaksin. Itu satu berita yang menurut saya tergantung yang disiplin. Bukan tidak, berarti, ada yang kena vaksin tidak kena, (tetap) ada. Tapi banyak yang kena sekarang adalah orang yang belum vaksin, dan banyak yang meninggal pun karena belum vaksin," jelas Luhut kepada wartawan di Nusa Dua, Bali, Rabu (9/11).
Pemerintah memang masih memberlakukan PPKM Level 1. Meski begitu, Luhut tetap meminta semua masyarakat untuk taat protokol kesehatan.
Dia juga meminta masyarakat yang belum vaksin untuk segera datang ke gerai-gerai vaksin terdekat. Ini dilakukan demi mencegah atau mengurangi risiko terjangkit COVID-19.
"Kalau kamu belum vaksin, chances (peluang) kau untuk kena tinggi dan check out [meninggal] juga tinggi. Karena varian baru," ucap Luhut.
Data Kemenkes
Berdasarkan data yang diperbarui Kemenkes per 8 November 2022 pukul 11.00 WIB, terdapat 4.896 kasus harian COVID-19. Sebanyak 4.763 (95%) isolasi mandiri dan 133 (5%) dirawat intensif dan 9 pasien meninggal di rumah sakit.
Data Kemenkes menunjukkan pasien yang dirawat di rumah sakit adalah sebanyak 32% yang mayoritas belum divaksin sama sekali. Lebih dari 40% dari pasien dengan status sedang-berat-kritis tersebut belum melakukan vaksin bahkan dari dosis pertama.
Sementara itu, jumlah pasien wafat per 4-8 November adalah 1.373 (5%) dari total pasien sembuh dirawat 27.000an, pasien sembuh adalah sebanyak 76 persen atau 20.749 pasien.
Dari 1373 pasien meninggal per 4-8 November 2022, 48 persen pasien meninggal karena belum divaksin. Paling banyak yang meninggal ini adalah para lansia dengan 824 kasus kematian.
Berikut data lengkapnya:
Reporter: Ghinaa Rahmatika
