Macron di 100 Tahun Perang Dunia I: Bangun Harapan, Bukan Ketakutan

Puluhan pemimpin dunia berkumpul di Paris, Prancis, dalam peringatan 100 tahun berakhirnya Perang Dunia I. Presiden Prancis Emmanuel Macron berperan sebagai pemimpin upacara peringatan yang berlangsung di monumen peringatan Arc de Triomphe di Champs-Elysees.
Macron memimpin rombongan pemimpin dunia termasuk Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, hingga Presiden Rusia Vladimir Putin. Mereka berjalan kaki menuju makan parajurit tak dikenal. Sementara Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba secara terpisah dari pemimpin dunia lainnya.
Dalam pidatonya, Macron mengajak pemimpin dunia yang datang untuk bersama-sama memperjuangkan perdamaian dunia. Ia juga menyerukan untuk melawan kekerasan dan ancaman-ancaman lainnya yang dapat menimbulkan ketakutan pada masyarakatnya.
"Mari kita membangun harapan kita daripada memainkan ketakutan kita satu sama lain," kata Macron, dilansir dari AFP, Minggu (11/11).

"Bersama-sama kita dapat menangkal ancaman, seperti momok pemanasan global dan perusakan lingkungan, kemiskinan, kelaparan, penyakit, ketidaksetaraan, dan ketidaktahuan," lanjutnya.
Macron juga mendesak mereka agar tidak melupakan pembantaian yang berakhir satu abad lalu itu. Sebab, dunia masih dapat melihat bekas luka yang terjadi saat medan perang di Prancis.
Lebih dari 3.400 orang hadir dalam upacara tersebut, termasuk veteran angkatan bersenjata Prancis dan sekutunya. Hujan yang mengguyur Kota Paris juga menambah khidmat pelaksanaan upacara.
Macron yang didampingi oleh istrinya, Brigitte, juga terlihat menghindari payung untuk mengingat penderitaan mereka yang berjuang dalam perang. Sebelumnya, Trump juga sempat mendapat kecaman karena tidak hadir dalam peringatan mengenang tentara yang gugur di Pemakaman Tentara AS Aisne-Marne American, Belleau, sekitar 85 km timur Paris.

