Mahfud MD Ungkap Temuan Awal Tragedi Kanjuruhan: Panpel, Keamanan, Regulasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Polhukam Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Selasa (2/10). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Polhukam Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Selasa (2/10). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) masih bekerja keras untuk mengungkap penyebab tragedi di Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang itu. TGIPF mulai menemukan faktor utama yang diduga jadi awal terjadinya tragedi ini.

”Banyak faktor, pada temuan awal stadion termasuk faktor yang dicatat turut menjadi penyebab tragedi itu," ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD kepada wartawan, Kamis (6/10).

Faktor-faktor lainnya adalah penyelenggara dan panitia pelaksananya, pengendalian keamanan, suporter, regulasi dan lain-lain.

--Menkopolhukam Mahfud MD

Setelah tim meninjau dan melihat kondisi Stadion Kanjuruhan, Mahfud menyebut Presiden Jokowi langsung memerintahkan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, untuk memperbaiki seluruh stadion yang ada di Indonesia.

”Untuk masalah stadion Presiden sudah meminta Menteri PUPR untuk segera meneliti dan memperbaiki semua stadion di Indonesia agar memenuhi standar yang diatur secara internasional maupun nasional,” ucap Mahfud.

Situasi terkini Stadion Kanjuruhan di pintu 13. Kamis (6/10). Foto: Muthia/kumparan

Oleh karena itu, Mahfud menegaskan TGIPF akan bekerja semaksimal mungkin untuk mencari akar masalah dari terus berulangnya kericuhan yang terjadi di stadion dalam pertandingan sepak bola.

Dengan begitu, ia berharap evaluasi dan rekomendasi dapat segera dilakukan agar tak ada lagi peristiwa serupa terjadi di masa depan.

"TGIPF akan mencari akar-akar masalahnya sebab tragedi sudah sering terjadi dan investigasi sudah selalu dilakukan tapi tekanannya selalu lebih berkisar pada teknis penyelenggaraan. Sementara akar masalahnya tak tertangani,” kata Mahfud.

”Ini menjadi pukulan bagi kita karena bukan hanya menjadi masalah nasional tapi juga menjadi sorotan dunia internasional,” pungkasnya.