Malam Berselimut Duka di Rumah Tiara Korban Mutilasi, Ayahnya Jatuh Terkulai
10 September 2025 12:59 WIB
·
waktu baca 2 menit
Malam Berselimut Duka di Rumah Tiara Korban Mutilasi, Ayahnya Jatuh Terkulai
Tangis ratusan warga Made Kidul, Lamongan, pecah ketika ambulans yang membawa jenazah Tiara Angelina Saraswati (25 tahun), korban mutilasi, tiba pada Selasa malam (9/9).kumparanNEWS

ADVERTISEMENT
Tangis ratusan warga Made Kidul, Lamongan, pecah ketika ambulans yang membawa jenazah Tiara Angelina Saraswati (25 tahun), korban mutilasi, tiba pada Selasa malam (9/9).
ADVERTISEMENT
Sekitar pukul 20.04 WIB, mobil jenazah dari RS Bhayangkara Pusdik Sabhara berhenti di depan rumah duka.
Dengan hati-hati, peti berwarna putih mulai diturunkan. Peti itu tertutup kain hijau.
Tangis keluarga dan warga pecah. Ayah Tiara jatuh terkulai di lantai. Kerabat yang mendampingi berusaha menopangnya.
Suara ratapan dari keluarga dan pelayat membuat suasana semakin pilu.
"Ratusan orang yang takziah untuk mengikuti pemakaman. Tidak hanya warga sini, tapi juga dari RT sebelah. Pak Kades dan beberapa polisi juga ada," ungkap Habib, tetangga korban.
Jenazah Tiara lalu disalatkan di masjid kampung setempat. Keluarga dan warga berjamaah, mengikuti salat jenazah.
Sekitar pukul 21.00 WIB, jenazah Tiara dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Made Kampung.
ADVERTISEMENT
Menurut Habib, malam itu Kampung Made Kidul diselimuti kesedihan mendalam.
"Tidak tega. Keluarga dan tetangga ikut menangis," tuturnya.
Semua yang hadir saat itu memanjatkan doa, agar Tiara ditempatkan di tempat terbaik oleh Allah SWT. Dan keluarganya diberikan ketabahan.
Tiara tewas dibunuh dan dimutilasi ratusan potong oleh pacarnya, Alvi Maulana (24), asal Sumatera Utara. Peristiwa berdarah itu dilakukan pelaku di kamar kos kawasan Lidah Wetan, Surabaya.
Setelah membunuh dan memutilasi Tiara, Alvi kemudian membuang sebagian jasad ke Pacet, Mojokerto. Sebagian lagi disimpan dalam kamar kos.
Kini, Tiara telah meninggalkan hiruk pikuk dunia untuk selama-lamanya. Sedangkan pemuda yang memacarinya selama 4 tahun tersebut, meringkuk di penjara.
— — —
#JagaIndonesiaLewatFakta kumparan mengajak masyarakat lebih kritis, berperan aktif, bijak, dan berpegang pada fakta dalam menghadapi isu bangsa, dari politik, ekonomi, hingga budaya. Dengan fakta, kita jaga Indonesia bersama.
ADVERTISEMENT
