Ma'ruf Amin Sebut Kriteria Staf Khususnya Kader NU

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan sambutan dalam acara Silatuhrahim Kerja Nasional Masyarakat Ekonomi Syariah di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (15/11). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan sambutan dalam acara Silatuhrahim Kerja Nasional Masyarakat Ekonomi Syariah di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (15/11). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Wakil Presiden Ma'ruf Amin telah menunjuk 8 orang sebagai staf khusus yang akan membantu pekerjaannya selama 5 tahun ke depan. Yang menarik, sebagian besar dari staf khusus tersebut merupakan kader NU.

Ma'ruf mengakui salah satu pertimbangannya dalam memilih staf khusus adalah kader NU.

"Termasuk, ya (pertimbangan kader NU). Termasuk. Tapi tidak semuanya orang NU," kata Ma'ruf di Kantor Wapres, Jakarta Pusat, Kamis (28/11).

Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Kantor Wapres. Foto: Nadia Riso/kumparan

Selain itu, Ma'ruf mengatakan, kriteria penunjukan staf khususnya berdasarkan hubungan baik, integritas, dan kemampuan yang dimiliki masing-masing anggota.

"Kalau yang ingin jadi staf khusus sih banyak. Tetapi saya kan langsung milih kriterianya yang seperti itu. Saya kenal baik, saya tahu kemampuan, saya tahu juga integritasnya," terangnya.

kumparan post embed

Sementara itu, hingga saat ini Ma'ruf belum berniat untuk membentuk tim ahli.

"Kalau menurut aturannya boleh, tapi nanti ajalah. Bukan staf ahli, (tapi) tim ahli. Nantilah kita pikirkan belakangan," pungkasnya.

Jika Presiden Jokowi memiliki staf khusus dari kalangan milenial, Ma'ruf memilih staf khusus dari kalangan tokoh hingga pejabat. Berikt 8 staf khusus Ma'ruf.

  1. Mantan Menristekdikti, Mohamad Nasir

  2. Staf Khusus Bidang Hukum era Wapres Jusuf Kalla, Satya Arinanto

  3. Eks Staf Khusus Kementan, Sukriansyah

  4. Direktur LPPOM MUI, Lukmanul Hakim

  5. Aktivis Muhammad Imam Aziz

  6. Ketua Harian PBNU, Robikin Emhas

  7. Guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Maskyuri Abdillah

  1. Ketua Komisi Infokom MUI, Masduki Baidlowi.

kumparan post embed