News
·
4 September 2021 22:15
·
waktu baca 3 menit

Mayoritas Korban Jiwa Kecelakaan Maut di Sleman Sedang Rintis Pariwisata

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Mayoritas Korban Jiwa Kecelakaan Maut di Sleman Sedang Rintis Pariwisata (11132)
searchPerbesar
Sebuah truk bermuatan batu batu terguling di jalan dekat Tebing Breksi di Gunungsari, Kelurahan Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Jumat (3/9). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Suasana duka menyelimuti Dusun Daraman, Srimartani, Piyungan, Kabupaten Bantul. Sebanyak 6 warga di desa tersebut meninggal dunia usai terlibat kecelakaan truk di jalan menuju Tebing Breksi di Gunungsari, Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Jumat (3/9) malam.
ADVERTISEMENT
Sebanyak 5 Orang meninggal dunia di tempat, dan 1 orang lagi meninggal di rumah sakit. Sementara 5 korban luka lainnya masih dirawat termasuk sopir truk.
Dukuh Daraman Srimartani, Syamsul Arifin, mengatakan, mayoritas korban meninggal berasal dari wilayahnya. Mereka adalah Suprapto, Ali Fahrudin, Misbah, Wahyu Rohman Wadini dan Heriyanto. Sementara korban Imam berasal Dusun Kwasen.
Kemudian korban luka masing-masing, Jahid, Muryanto dan Raditya. Raditya merupakan anak berusia 8 tahun dia putra dari Suprapto salah seorang korban meninggal dunia.
Dua korban luka lagi yakni sopir Sodik dan kernet Noval berasal dari Beran, Prambanan, Sleman.
"Kronologinya (kecelakaan) kita kan lagi pengembangan wisata Bulak Umpeng ada beberapa titik di sana pengembangan penambahan fasilitas tempat duduknya itu," kata Syamsul kepada wartawan, Sabtu (4/9).
Mayoritas Korban Jiwa Kecelakaan Maut di Sleman Sedang Rintis Pariwisata (11133)
searchPerbesar
Sebuah truk bermuatan batu batu terguling di jalan dekat Tebing Breksi di Gunungsari, Kelurahan Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Jumat (3/9). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Pada malam Jumat (3/9) mereka yang mayoritas anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) pergi ke kawasan Breksi, Sleman untuk mengambil batu alam. Nantinya batu akan digunakan untuk memperindah tempat wisata yang dikembangkan desa.
ADVERTISEMENT
Balak Umpeng adalah wisata dengan pemandangan alam yang dikembangkan warga sejak 2020 lalu.
"Nah, kebetulan tadi malam ditelepon sudah jadi tempat duduknya 10 set. Kita koordinasi di grup siapa yang ikut kerja bakti silakan ikut hadir di Bulak Umpeng setelah habis magrib," ujarnya.
Kemudian setelah berkumpul, rombongan berangkat ke Breksi untuk mengambil batu alam menggunakan truk. Sesampai di sana batu kemudian diangkat ke truk untuk dibawa ke Daraman sekitar pukul 19.00 WIB.
Mayoritas Korban Jiwa Kecelakaan Maut di Sleman Sedang Rintis Pariwisata (11134)
searchPerbesar
Sebuah truk bermuatan batu batu terguling di jalan dekat Tebing Breksi di Gunungsari, Kelurahan Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Jumat (3/9). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
"Turun kurang dari 2 menit (dari jalan) terjadi kecelakaan. Lokasinya memang sangat curam," katanya.
Dia menjelaskan 5 korban meninggal dimakamkan di pemakaman sekitar dusun. Sementara korban Imam dimakamkan di Jombang, Jawa Timur karena asli dari sana.
Lurah Srimartani Mulyana membeberkan para korban adalah pejuang. Mereka selama ini merintis wisata di desa dari nol.
ADVERTISEMENT
"Sangat baik. Kalau saya sebut korban adalah pejuang. Pejuang destinasi wisata. Termasuk pejuang kalurahan," katanya.
Sebelumnya, Kanit Laka Polres Sleman Iptu Galan Adid Dharmawan mengatakan, korban meninggal dunia mayoritas mengalami luka di bagian kepala.
"Rata-rata luka kepala berat akibat benturan terhempas dari truk dan terkena bebatuan tersebut," kata Galan di lokasi, Sabtu (4/9) dini hari.
Galan mengatakan bahwa truk muatan batu ini membawa batu dari Dusun Groyokan dibawa ke Bantul. Korban banyak yang meninggal karena duduk di atas batu di bak belakang.
"Banyaknya korban meninggal dikarenakan banyak warga yang menumpang di atas kendaraan yang bermuatan batu (untuk) taman tersebut," ujarnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020