Mayoritas Wilayah di Indonesia Diprediksi Hujan Saat Malam Tahun Baru

kumparanNEWSverified-green

comment
14
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati memberikan keterangan pers di Kantor BMKG, Jakarta Pusat, Kamis (31/10). Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati memberikan keterangan pers di Kantor BMKG, Jakarta Pusat, Kamis (31/10). Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan

Pergantian tahun hanya tinggal menghitung hari. Namun sebagian besar wilayah Indonesia baru mulai memasuki musim penghujan jelang akhir tahun 2019.

Dalam merayakan momen tahun baru, tak sedikit masyarakat yang pergi ke tempat-tempat terbuka untuk menonton pesta kembang api. Di Jakarta misalnya, di kawasan Monas dan Bundaran HI.

Nah, buat kamu yang punya rencana demikian, sebaiknya bersiap. Sebab, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia bakal diguyur hujan saat malam tahun baru.

“Jadi untuk prakiraan cuaca kurang lebih seminggu ke depan, termasuk tahun baru nanti diperkirakan masih akan hujan. Terus terjadi hujan dan beberapa kondisi ekstrem dapat terjadi di beberapa wilayah di Indonesia,” ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, di Kantor BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (27/12).

Ilustrasi hujan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Hujan kemungkinan besar akan melanda mulai menjelang sore hingga malam hari. Meski begitu, Dwikorita tetap mempersilakan masyarakat untuk tetap berkegiatan atau beribadah.

“Jadi kalau dari pagi sampai siang cuacanya masih cerah berawan, sehingga optimalkan kegiatan di pagi hingga siang hari. Sorenya biasanya mulai turun hujan,” jelas Dwikorita.

“Ini bukan berarti kita melarang beraktivitas, silakan terus beraktivitas, beribadah. Namun tetap siap-siap misalnya payung, mantel, biasanya kejadian hujan itu siang menjelang sore dan kadang kadang malam juga,” sambungnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono Prabowo, sebagian besar wilayah Indonesia sedang mengalami pertumbuhan awan hujan. Kendati begitu, masih ada sebagian kecil wilayah yang masih dalam musim kemarau.

“Beberapa tempat memang masih pertumbuhan awan hujan, Sumatera Barat, kemudian Bengkulu dan Lampung bagian barat. Kemudian juga untuk Jawa bagian barat, Kalimantan bagian barat, Jawa bagian timur, Bali, NTB. Kemudian juga Papua bagian tengah,” ujar Mulyono.

“Meskipun sudah banyak terjadi hujan, tapi musim kemarau masih berlangsung di Jawa Timur bagian timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, Papua Barat. Jadi masih ada kemarau,” pungkasnya.

kumparan post embed