Melihat Sisa Alat Suntik Kasus Dugaan 'Vaksin Bodong' di Karawang
ยทwaktu baca 1 menit

Kasus 'vaksin bodong' yang diduga terjadi di Puskesmas Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, menuai sorotan. Adalah Tari Nurfadilah, wanita yang kali pertama mengunggah soal 'vaksin bodong' itu usai divaksinasi pada Senin (12/7). Unggahannya itu kemudian viral di media sosial. Walhasil, Tari beserta dua orang temannya yang disuntik vaksin pada saat itu, yaitu Rima Melati (23) dan Ipeh, diperiksa kepolisian.

Polisi juga bergerak cepat. Langsung mengumpulkan 600 spuit atau alat suntik yang telah digunakan saat vaksinasi di Puskesmas Wadas sejak tanggal 12 Juli hingga 13 Juli 2021.
Polisi juga menyita dua boks vial vaksin Sinovac yang sudah kosong.
Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, dari hasil pemeriksaan, semua alat suntik atau spuit sudah dinyatakan kosong. Dengan demikian, polisi tidak menemukan adanya cairan vaksin yang belum disuntikkan ke tubuh warga.
Menurut Rama, berdasarkan keterangan dari vaksinator di Puskesmas Wadas yang bernama Maola Nurul Shinta, semua cairan vaksin sudah disuntikkan ke dalam tubuh warga. "Posisinya memang sudah tersuntik alias kosong," ujar Rama, Jumat (16/7).
Berdasarkan foto yang didapat kumparan dari Polres Karawang, ratusan spuit itu memang sudah dalam keadaan kosong. Spuit itu posisi piston atau plunger (alat dorong di ujung spuit) dalam kondisi tertekan masuk ke dalam menyentuh bagian ujung spet dengan karet hitam.
Adapun botol vial vaksin Sinovac yang disita bisa dibilang sudah habis isinya, hanya terlihat sedikit cairan berwarna bening.
