Menkes: Semua Orang yang Ada di Daftar Kontak Erat Kasus Corona Akan Dikarantina
·waktu baca 1 menit

Pemerintah terus meningkatkan testing dan tracing untuk mengendalikan pandemi corona. Ditambah, lonjakan kasus corona terus terjadi. Karena itu, orang yang kontak erat dengan kasus positif corona akan dikarantina.
Hal itu disampaikan oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam jumpa pers virtual, Kamis (1/7)). Karantina orang yang kontak erat itu dilakukan untuk mengurangi penularan kasus corona.
"Kita juga akan memperketat bahwa semua orang yang di kontak erat itu harus dikarantina dulu supaya tidak menularkan, dan itu sudah diterjemahkan semua kabupaten/kota," ujar Menkes, Kamis (1/7).
Selain itu, Kemenkes akan meningkat testing dan tracing hingga tiga dan empat kali lipat dibandingkan yang telah dilakukan sekarang.
"Jadi kita bisa mengharapkan mungkin dari sekitar 100.000-an sekarang kita bisa naikkan menjadi 400 sampai 500 ribu testing per hari," imbuhnya.
Selain itu, daerah-daerah dengan positivity rate tinggi, testing juga akan dinaikkan 15 kali lipat atau 15 tes per 1.000 populasi per pekan.
"Prioritas testing juga kita berbagi kasih ini untuk testing epidemiologis bukan untuk testing skrining. Jadi kita kejar suspect dan kotak eratnya, bukan yang sering dia mau masuk ke mana mau jalan ke mana tapi bener-bener khusus untuk testing epidemiologi karena ini yang dibayar oleh negara," tegasnya.
Pihaknya juga akan menarget hasil swab PCR bisa keluar dalam 24 jam. "Jadi kalau PCR tidak bisa keluar dan 24 jam kita memakai rapid antigen kemudian halaman berikutnya yang kita sampaikan untuk daerah-daerah yang tekanan rumah sakitnya sudah tinggi," pungkasnya.
