Meutya Minta Warga Tak Sebar Konten Sensitif & Hoaks soal Tabrakan KRL di Bekasi
ยทwaktu baca 1 menit

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan hoaks atau konten sensitif terkait kecelakaan kereta api menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Ia menekankan bahwa kondisi korban masih membutuhkan penanganan, sehingga publik diminta lebih berempati dalam menggunakan media sosial.
"Karena korban juga masih ada yang sekarang ditangani secara medis," kata Meutya kepada wartawan di Kemkomdigi, Jakarta, Selasa (28/4).
Meutya secara tegas meminta masyarakat tidak menyebarkan secara sembarangan konten yang tak perlu.
"Jadi kita betul-betul mengimbau agar penayangan dari peristiwa-peristiwa kecelakaan kereta api yang tidak perlu itu tolong tidak disebarkan secara tidak bertanggung jawab karena kita harus menghormati perasaan dari para korban dan juga keluarga," ujarnya.
Terkait kemungkinan langkah penyensoran, pemerintah masih melakukan pembahasan internal. Namun, ia menegaskan bahwa pendekatan utama pemerintah adalah mendorong kesadaran publik, bukan semata intervensi.
"Tapi pada semangatnya tuh kita ingin masyarakat juga untuk tidak melakukan itu," ucap dia.
"Kita imbau betul bahwa tidak perlu ada intervensi khusus dari Kemkomdigi, ini semuanya atas dasar kemanusiaan untuk tidak melakukan sharing yang berlebihan, tidak melakukan sharing yang misinformasi," tandas dia.
