Nadiem: Saya Menteri dan Kepala Pergerakan Pendidikan Indonesia

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menghadiri acara Konferensi Pendidikan Indonesia di Kemendikbud, Sabtu (30/11). Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menghadiri acara Konferensi Pendidikan Indonesia di Kemendikbud, Sabtu (30/11). Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan

Mendikbud Nadiem Makarim menyebut dirinya bukanlah menteri persekolahan. Namun menteri pendidikan yang menyentuh seluruh aspek pendidikan, termasuk moral bangsa.

Dia menyebut ada dua tugas besar yang diembannya kini. Pertama, sebagai menteri yang mengurus persoalan administratif di lingkup pendidikan. Kedua, sebagai kepala penggerak pendidikan Indonesia.

"Jadi saya sebagai menteri sebenernya ada 2 topi. Topi administratif yaitu mas menteri, sama topi kepala pergerakan pendidikan Indonesia. Kalau enggak dua-duanya kena, ya kita enggak akan nyampe," kata Nadiem dalam acara Konferensi Pendidikan Indonesia di kantor Kemendikbud, Jakarta, Sabtu (30/11).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menghadiri acara Konferensi Pendidikan Indonesia di Kemendikbud, Sabtu (30/11). Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan

Sebab, menurutnya pendidikan tak hanya soal sistem pendidikan di sekolah, anak meraih prestasi akademik hingga kesuksesan karier. Pendidikan, menurut Nadiem, juga harus menyentuh mindset yang akhirnya akan bermuara pada budaya di masyarakat.

"Tapi tugas pendidikan dalam society adalah untuk mencerahkan budaya kita untuk bisa terus maju ke depan, grow sebagai society. Nah, itu enggak nyampe, terus terang kalau yang bergerak hanya sistem pendidikan," kata dia.

Dia menyebut pendidikan juga perlu ada kontribusi dari seluruh lembaga dan seluruh aspek kehidupan, termasuk masyarakat.

"Sedangkan semua pihak baik orang tua, media, masyarakat, dan civil society itu harus berkontribusi, karena kalau tidak, main goal atau objektif utamanya itu enggak akan tercapai yaitu suatu cultural revolution. Itu kan. Perubahan mindset, perubahan budaya, pola pikir. Itu sebenarnya objektifnya pendidikan," tutur Nadiem.

kumparan post embed